Monday, January 20, 2020

Defisit Investasi (Analisa Akuntansi & Keuangan)

Assallamulaikum Wr.Wb

Salam cinta sobat....

Saya berharap semoga sobat semua dalam kondisi sehat selalu dan penuh rasa syukur atas setiap kebahagiaan dan berkah ilahi. Amin

Saya mau sharing tentang peristiwa yang terjadi dalam perusahaan, dimana hal ini pada beberapa perusahaan tidak berkaitan langsung pada transaksi utama (operasional) tetapi berpengaruh besar pada kesehatan financial yang dapat mengganggu pembiayaan operasional transaksi yang utama.

Beberapa tahun lalu, saya punya pengalaman dimana perusahaan dengan bidang Manufacture dan Distribusi tempat saya bekerja melakukan beberapa kegiatan “Investasi” yang mengakibatkan kondisi keuangan perusahaan tidak bagus.

Saat itu perusahaan menggunakan Modal Kerja dari Pinjaman Bank (berakibat timbulnya bunga atas pinjaman bank), kemudian selama 1 tahun melakukan investasi (menurut pihak Top Manajemen) dalam bentuk pembelian Aset Tetap (fix asset) serta untuk pendanaan atas kegiatan Promosi & Branding. Tujuan kegiatan investasi tersebut adalah untuk peningkatan kapasitas penjualan baik langsung dan tak langsung, serta profitabilitas perusahaan.

Bagaimana saya menilai bahwa kegiatan investasi ini masih wajar dan sehat? 

      Poin yang perlu diperhatikan terlebih dahulu dalam kasus ini: 
     Sumber dana adalah hutang bank (loans) dimana menimbulkan beban bunga dan angsuran pokok.     Bunga yang tidak dibayar pada periode terhutang, maka akan mulai menjadi pokok untuk periode berikutnya (hutang akan semakin besar karena pokok hutang semakin besar).
2   
       Angka yang layak bagi perusahaan melakukan investasi adalah dari Laba Ditahan yang selama ini dikumpulkan (akumulasi).  Jadi apabila Laba Ditahan minus (rugi), maka perusahaan tersebut belum layak melakukan investasi, karena target semestinya yang baik bukanlah investasi melainkan untuk memperbaiki profitabilitas terlebih dahulu.
3   
        Poin 2 bisa diabaikan apabila Modal Investasi tersebut adalah dari Pemilik dan dengan tujuan untuk memperbaiki Profitabilitas. Hal ini karena Modal Kerja dar i Pemilik tidak menimbulkan beban bunga dan angsuran.
4    
          Tujuan dari perusahaan yang ingin meningkatkan kapasitas penjualan & profit.
5
         Penjualan dalam bidang usaha seperti ini memiliki karakteristik penjualan kredit yang komposisinya bisa mencapai 50:50 dengan penjualan tunai.

Langkah yang digunakan untuk membuat analisa keuangannya adalah:
1    1. Rekap semua penggunaan dana investasi dari Hutang Bank tersebut
2    2. Kelompokkan alokasi penggunaannya menjadi 3 kelompok, yaitu:
a.       Pengadaan Aset Tetap (berwujud dan tak berwujud),
b.      Pembiayaan (beban biaya),
c.       Pembayaran Angsuran & Bunga Pinjaman Bank (Installment)
3   3. Hitung Laba Usaha Ditahan (non bunga bank, non penyusutan aset dari hasil investasi periode tersebut, serta non poin 2b) sampai dengan periode yang sama dengan penggunaan Modal Kerja dari Bank tersebut (konsisten sesuai cut off period)
4   4. Kurangkan jumlah Laba Ditahan poin 3 dengan Total Nilai Penggunaan Dana Pinjaman Bank tersebut


Hasil analisa yang dapat muncul adalah:
1   1. Jika Hasilnya adalah Minus (Laba Ditahan lebih sedikit dari Pinjaman Bank), maka terjadilah Defisit Investasi. 
     Dimana nilai investasi melebihi kelayakan serta memliki resiko besar terhadap kesehatan financial untuk waktu mendatang
           
          2. Jika hasilnya Plus, maka hal ini dari sisi Profitabilitas masih bisa diterima (aman)

Apakah masalah selesai?? Belum sobat….Cash flow perusahaan masih belum sehat.
Lalu apa sebab lainnya?

Analisa saya terakhir adalah mengacu pada poin “Penjualan dalam bidang usaha seperti ini memiliki karakteristik penjualan kredit yang komposisinya bisa mencapai 50:50 dengan penjualan tunai”.
Artinya adalah keuangan perusahaan alias cash flow tidak selalu sama dengan profitabilitas perusahaan. Karena masih ada dana yang tertahan dipelanggan bahkan macet. Ketika dana macet serta dana yang tersedia mepet hanya cukup untuk pembiayaan operasional, maka Bank akan melakukan autodebit untuk Intallment dan secara tidak langsung bunga bank akan bertambah besar untuk bulan berikutnya.

Apalagi jika terdapat piutang macet atau tidak lancar, maka uang masuk (semestinya) tidak sama dengan nilai penjualan yang terjadi dengan sistem accrual basis. Jika ini tidak segera diatasi maka akhirnya dari sisi profitabilitas akan Loss dan dari sisi cashflow operasional akan Defisit.
Dalam hal ini Manajer Keuangan atau CFO akan pusing berat, sobat….(ber…ba…ha…yaaa….hehehehe)

Untuk caranya akan kita bahas dilain waktu ya sobat….see yaaa
  

No comments:

Terjebak Menjadi Budak Uang

image from Cartoon  Movement Salam bahagia luar biasa. Sobat, pernah dengar istilah "budak uang atau diperbudak oleh uang? ...