Thursday, January 23, 2020

Teori vs Praktek Dalam Akuntansi


Assallamulaikum Wr.Wb

Salam cinta sobat...Senang rasanya bisa menulis serta memuat artikel ini buat kita semua
Sharing pengetahuan atau wawasan serta pengalaman itu katanyaaa…besar pahalanya looo hehehehe
Tapi jangan share hasil copy paste yaaa….tar bisa2 dimarahi ama mbah google….wkwkwkwk…copy paste yang baik adalah jika kita share tersebut memuat artikel rekan lain sebagai daftar pustaka untuk menguatkan…dijamin deh rekan kita tersebut akan sangat ikhlas dan senang wkwkwkwk

Kali ini saya mau berbagi cerita sebagai awalnya…jadi awalnya adalah ketika saya beberapa kali melakukan interview kepada para calon kandidat ditempatku kerja. Hal ini tidak hanya disatu perusahaan saja, tapi beberapa perusahaan. Para kandidat mengajukan aplikasi untuk posisi Akunting atau Keuangan ceritanya sob...

Kebetulan perusahaan tempat saya kerja biasanya selalu memberikan kebebasan buatku untuk membuat soal, metode, atau tahapan tes bagi para calon tersebut…hal itu ada alasannya guys...simple alasannya, yaitu karena saya pengen dapat kandidat seorang Akunting / Keuangan yang memliki kemampuan berpikir secara logis dan kritis. Maksudnya adalah supaya dapat kandidat yang tidak hanya pandai berteori dan bermodal IPK tinggi atau pengalaman saja, tetapi kandidat yang juga punya potensi baik, mendalami pekerjaan Akunting/Keuangan, serta siap untuk kerja keras dengan kualitas yang bagus.

Untuk mencapai hasil tersebut, maka tahapan yang saya siapkan adalah :
1.     Soal tes tertulis yang beda dengan biasanya pada perusahaan umumnya
Ø  Soal yang saya buat lebih untuk menggali pemahaman teori, logika, serta memastikan bahwa mereka memang paham bagaimana cara implementasinya
Ø  Saya sisipkan pertanyaan menjebak tapi sesuai dengan Prinsip Akuntansi
Ø  Soal tes tertulis saya bagi dalam 2 kategori, yaitu mengenai Teori dan Wawasan dalam hal Akunting/Keuangan, serta kemampuan dan pengetahuan dalam membuat jurnal Akuntansi

2.    Interview yang bersifat untuk memastikan bahwa kandidat tidak hanya asal berbicara tapi memang benar-benar memahami serta bertanggungjawab dengan apa yang dia sampaikan
Ø  Kandidat memahami teori serta prinsip akuntansi
Ø  Kandidat memahami bahwa dalam beberapa hal di Akuntansi memiliki lebih dari 1 metode pencatatan
Ø  Kandidat memahami kalau dalam penerapan, mereka dihadapkan untuk memilih metode pencatatan yang paling pas serta dapat membantu untuk Sistem Pengendalian

3.    Tes kemampuan analisa berdasar dari data excel
Ø  Kemampuan mengoperasikan excel
Ø  Membuat analisa berdasar dari data excel yang sudah saya siapkan

Dari proses tersebut saya dapat wangsit yaitu ternyata bahwa mau dari Universitas apa, mau berapapun IPKnya, atau seberapa bagus portfolio mereka, ternyata mereka akhirnya mengakui bahwa mereka tidak memahami secara mendalam tentang Akuntansi atau Keuangan…lebih parahnya lagi, mereka hanya tau kalau Akunting itu tugasnya bikin Laporan Keuangan dan kalau Keuangan itu mengatur keluar masuknya uang Kas…menurut kalian gimana? Apa kalian juga sependapat dengan kesimpulan tersebut?

Nah sedangkan kasus kedua yang masih terkait dengan hal diatas adalah, kalau mereka bisa menjawab seperti itu, harusnya mereka sangat menguasai apa itu Laporan Keuangan, isinya apa saja, bentuk laporannya apa saja, serta apa saja metode pencatatanya kan…Tapi ternyata mereka jauh dari apa yang mereka sampaikan juga...

Nah karena saya suka membuat pendekatan yang santai serta suka berbagi ilmu atau pengetahuan, ya akhirnya bisa bicara secara terbuka dengan mereka. Dari case tersebut maka saya ingin sharing sesuatu dan semoga bermanfaat untuk kita bersama, setidaknya untuk para pecinta Akuntansi/Keuangan dan Financial Controller.

Akuntansi
Teori Akuntansi itu penting sekali, karena disana menjelaskan bekal apa saja yang harus diketahui oleh seorang Akunting. Misal apa itu siklus akuntansi, Laporan Keuangan itu komponennya apa saja, prinsip apa yang utama harus diketahui oleh seorang Akunting, metode apa saja yang ada dalam membuat pencatatan, metode apa yang tepat jika dalam kondisi A / B / C dan blablabla…Tetapi sob, jika kalian tidak memahami bahwa dalam kenyataan itu bentuk dan jenis transaksi itu sangat bervariasi maka ya sama aja….kita akan dihadapkan pada kondisi layaknya anak kuliah yang bingung gimana cara selesaikan tugas kuliah tanpa nyontek.

Dalam implementasinya para Akunting harus paham secara cukup bagaimana metode jurnal yang tepat, akun apa yang digunakan…kenapa seperti itu? Karena tidak bisa hanya asal ambil akun yang penting BALANCE…wah kalau dah seperti itu saya biasanya ngomel-ngomel ganteng ke Akunting wkwkwkwk…tapi saya selalu beri penjelasan yang tujuannya agar mereka memahami terlebih dahulu design thinking seorang akunting dalam membuat jurnal serta akibat plus minus nya…. Ingat sobat…Laporan Akunting bukan untuk diri pribadi kita, tapi untuk orang lain yang juga berkepentingan. So, itu semua harus disajikan dengan kualitas baik dan cukup

Kedua jangan lupa juga, saya selalu bilang ke Akunting bahwa Laporan Akunting yang berkualitas harus menunjang Sistem Pengendalian…Nah looo…gimana caranya? Hehehe…dalam artikel lain kita bahas ya…jadi jangan ampe asal jurnal guys….okay, sampai sini kita sama-sama memahami ya sob, karena saya yakin hal ini tidak disampaikan oleh Dosen atau Guru (Kecuali guru SMK yang kemarin pada minta saya buat design materi untuk perubahan silabus agar SMK bisa meningkatkan kompetensinya hadapi dunia industry wkwkwkwk….


Apa yang harus dilakukan para akunting untuk lebih memperdalam akuntansi dalam dunia kerja?

1. Sering baca kembali buku akuntansi
2. Pelajari prinsip akuntansi dan beberapa metode akuntansi dengan baik
3. Cari artikel terkait dengan kasus-kasus akuntansi pada perusahaan
4. Pelajari mendalam karakteristik akun dan efeknya pada Laporan Keuangan jika terjadi suatu transaksi (akan lebih baik jika mengetahui tentang SPI)
5. Banyak lakukan latihan membuat Laporan Keuangan dengan kertas kerja atau menggunakan template excel
6. Banyak sharing kepada teman dibidang yang sama (akuntansi)
7. Pelajari proses administrasi pembukukan untuk aktifitas yang ada dalam perusahaan secara umum (misal: pembelian, penjualan kredit, pencatatan piutang, proses pembukuan hutang dan pembayarannya dll)

Demikian sharing singkat dari saya sobat. Apabila sobat ingin berbagi suatu hal terkait artikel saya dapat menuliskan pada komentar ya... Terimakasih

Walaikumsalam Wr.Wb 

 


4.   

No comments:

Terjebak Menjadi Budak Uang

image from Cartoon  Movement Salam bahagia luar biasa. Sobat, pernah dengar istilah "budak uang atau diperbudak oleh uang? ...