Sunday, January 19, 2020

Budget Untuk Pemantauan & Pengendalian Uang


Assallamualaikum Wr.Wb


Semangat pagi dan salam cinta untuk sobat...

 
Sobat, hari ini saya ingin share terkait keuangan ya...biar adil merata topiknya hehehe...
Kali ini kaitannya dengan trik atau tip bagaimana kita dapat gunakan alternatif cara mengatur keuangan (terutama pada suatu perusahaan). Dan hal ini uniknya adalah karena ada suatu output atau objective keuangan yang ingin saya ketahui agar membantu saya untuk dapat mengambil tindakan atau suatu keputusan.
 
Suatu Budget atau Anggaran selama ini lazimnya yang kita dengar dan muncul dalam gambaran kepala kita adalah identik dengan batasan maksimal Pengeluaran (Cash Out). Tetapi karena saya merasa hal tersebut belum memberi manfaat maksimal dalam melakukan Pengelolaan Keuangan (manajemen keuangan), maka saya kembangkan dengan mengambil teori dasar Aliran Kas (cash flow), yaitu :

Saldo Awal Kas + Pemasukan – Pengeluaran = Saldo Akhir Kas

Dari hal tersebut saya berpikir bahwa saya bisa mengembangkannya untuk memberikan informasi suatu Prediksi Kas Akhir (Forecast) yang akan perusahaan miliki jika saya dapat informasi Saldo Kas saat ini, ditambah Rencana Pemasukan, dikurangi Rencana Pengeluaran yang telah diketahui dan dianggarkan.

Inilah konsepnya, yaitu budget itu ada 2, yaitu Budget Pemasukan (Cash In = CI) dan Budget Pengeluaran (Cash Out = CO).

Untuk mempersiapkannya, saya membuat file untuk template bagi para Staf Keuangan saya baik dipusat dan cabang. Sedangkan para staf Keuangan dan Kepala Cabang saya beri tugas untuk membuat daftar Budget yang terdiri dari (kebetulan perusahaan saya sudah coba 3 software tapi tidak mencakup prediksi arus kas ini):

1.      Daftar Rencana Pengeluaran (CO)
a.  Pembayaran (payment) ke Supplier/Vendor sesuai jatuh temponya, baik tunai dan transfer
b. Rencana pembelian aset/investasi/sewa aset
c. Estimasi pengeluaran operasional rutin
d. Rencana pembagian laba ditahan (deviden), jika ada ya sobat
e. Rencana pengembalian pinjaman/installment (angsuran pokok dan bunga)
f. Cadangan pengeluaran tidak terduga yang diperbolehkan (other cost & expense)

2.     Daftar Rencana Pemasukan (CI)
      a. Hasil penagihan atas penjualan kredit
      b. Estimasi penjualan secara tunai
      c. Pemasukan dari Investasi
d. Pemasukan dari Funding dan Equity/Tambahan Modal (pinjaman bank, investor, dan pemilik modal)

Setelah file template dan data yang diperlukan telah siap, maka selanjutnya adalah memasukkan data tersebut dalam template sesuai dengan kategori yang tadi saya sebutkan diatas untuk CO dan CI. CO dan CI tadi kita masukkan tidak secara global tapi sesuai tanggal kapan mereka akan direalisasi.

Note : Template terdiri dari Sisi Budget dan Sisi Realisasi, ditempatkan bersandingan.

Jika CI dan CO pertanggal tadi telah di“sandingkan” dalam template Excel, maka akan terlihat perbedaan jumlahnya pertanggal, yang saya namakan sebagai “Surplus (Defisit) Budget Kas Pertanggal” dan saya buat kolom khusus untuk itu.

Selanjutnya adalah proses yang agak rumit jika kita belum memiliki pemahaman penggunaan program Excel yang mumpuni. Proses ini adalah membuat prediksi Saldo Kas Akhir.
Jadi disini saya cuma akan sharing konsepnya saja, yaitu:

“Bila kita tempatkan Saldo Awal Kas Riil kemudian kita tambah dengan Surplus (Defisit) Budget Kas Pertanggal tadi, maka akan didapat Prediksi Budget Saldo Akhir Harian Kas dan Estimasi Saldo Akhir Kas pada akhir periode. Dan ketika pada tanggal terkait sudah ada data kas yang sesungguhnya terjadi dari CO dan CI (realisasi), maka masukkan data realisasi tersebut pada kolomnya sesuai masing-masing kategori (kolom realisasi). Excel saya buat supaya melakukan update prediksi Budget Saldo Kas ketika data realisasi dimasukkan. Rumus yang saya andalkan dalam hal ini adalah Fungsi IF”

Dari konsep diatas, maka saya dapat melihat setiap perubahan atas Prediksi Budget Saldo Kas baik pertanggal maupun pada akhir bulan. Dengan berdasar modal data tersebut, saya dan direksi memiliki bahan yang cukup dan valid dalam membuat kebijakan keuangan yang diperlukan.

Dalam hal ini ada 2 kemungkinan, yaitu :

1.      Tidak ada perubahan rencana/kebijakan keuangan
Hal ini karena memang realisasi atas budgeting berjalan sesuai rencana atau tidak ada suatu perubahan yang signifikan sehingga tidak perlu ada penyesuaian/perubahan

2.     Ada perubahan rencana/kebijakan keuangan
Hal ini karena realisasi atas budgeting menunjukkan suatu indikasi buruk bila budgeting tadi tidak dilakukan perubahan dengan segera

Indikasi buruk yang bisa timbul bisa meliputi beberapa hal :

1.     Saldo defisit pada Saldo Kas Harian
Pada kondisi seperti ini, maka perlu adanya rencana peningkatan pemasukan atau penundaan rencana pengeluaran. Tetapi ini sifatnya hanyalah fluktuatif saja sehingga ini cukup terjadi penyesuaian pada budget Harian saja tetapi tidak merubah Budget secara global.

2.      Saldo defisit pada Saldo Kas Bulanan (global)
Pada kondisi seperti ini, maka perlu adanya perubahan Budgeting yang signifikan karena adanya kebijakan yang berubah dan sifatnya krusial dimana akan berpengaruh pada Budget secara Global. Misalnya karena ada penundaan realisasi penjualan karena penurunan harga, penundaan pembelian aset, penundaan penerimaan pinjamaan dll.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya sobat. Jika sobat mencoba, saya akan sangat senang jika sobat juga mengembangkannya.

Terimakasih atas atensinya sobat...


Walaikumsalam Wr.Wb

No comments:

Terjebak Menjadi Budak Uang

image from Cartoon  Movement Salam bahagia luar biasa. Sobat, pernah dengar istilah "budak uang atau diperbudak oleh uang? ...