Assallamualaikum Wr.Wb
Semangat pagi dan salam cinta untuk sobat...
Sobat, hari ini saya ingin share terkait keuangan ya...biar adil merata topiknya hehehe...
Kali ini kaitannya dengan trik atau tip bagaimana kita dapat gunakan alternatif cara mengatur keuangan (terutama pada suatu perusahaan). Dan hal ini uniknya adalah karena ada suatu output atau objective keuangan yang ingin saya ketahui agar membantu saya untuk dapat mengambil tindakan atau suatu keputusan.
Suatu Budget atau Anggaran
selama ini lazimnya yang kita dengar dan muncul dalam gambaran kepala kita adalah identik dengan batasan maksimal Pengeluaran (Cash
Out). Tetapi karena saya merasa hal tersebut belum memberi manfaat maksimal dalam melakukan Pengelolaan Keuangan (manajemen keuangan), maka saya
kembangkan dengan mengambil teori dasar Aliran Kas (cash flow), yaitu :
Saldo
Awal Kas + Pemasukan – Pengeluaran = Saldo Akhir Kas
Dari hal tersebut saya berpikir
bahwa saya bisa mengembangkannya untuk memberikan informasi suatu Prediksi
Kas Akhir (Forecast) yang akan perusahaan miliki jika saya dapat
informasi Saldo Kas saat ini, ditambah Rencana Pemasukan, dikurangi Rencana
Pengeluaran yang telah diketahui dan dianggarkan.
Inilah konsepnya, yaitu budget itu ada 2, yaitu Budget
Pemasukan (Cash In = CI) dan Budget Pengeluaran (Cash Out = CO).
Untuk mempersiapkannya, saya membuat file untuk template bagi para Staf Keuangan saya baik dipusat dan
cabang. Sedangkan para staf Keuangan dan Kepala Cabang saya beri tugas untuk
membuat daftar Budget yang terdiri dari (kebetulan perusahaan saya sudah coba 3 software tapi tidak mencakup prediksi arus kas ini):
1.
Daftar Rencana Pengeluaran (CO)
a. Pembayaran
(payment) ke Supplier/Vendor sesuai
jatuh temponya, baik tunai dan transfer
b. Rencana pembelian aset/investasi/sewa aset
c. Estimasi pengeluaran operasional rutin
d. Rencana pembagian laba ditahan (deviden), jika ada ya sobat
e. Rencana pengembalian pinjaman/installment (angsuran pokok dan bunga)
f. Cadangan pengeluaran tidak terduga yang diperbolehkan (other cost & expense)
2. Daftar
Rencana Pemasukan (CI)
a. Hasil penagihan atas penjualan kredit
b. Estimasi penjualan secara tunai
c. Pemasukan dari Investasi
d. Pemasukan dari Funding dan Equity/Tambahan Modal (pinjaman
bank, investor, dan pemilik modal)
Setelah file template dan data yang
diperlukan telah siap, maka selanjutnya adalah memasukkan data tersebut dalam
template sesuai dengan kategori yang tadi saya sebutkan diatas untuk CO dan CI.
CO dan CI tadi kita masukkan tidak secara global tapi sesuai tanggal kapan
mereka akan direalisasi.
Note : Template terdiri dari Sisi
Budget dan Sisi Realisasi, ditempatkan bersandingan.
Jika CI dan CO pertanggal tadi telah
di“sandingkan”
dalam template Excel, maka akan
terlihat perbedaan jumlahnya pertanggal, yang saya namakan sebagai “Surplus (Defisit) Budget Kas Pertanggal”
dan saya buat kolom khusus untuk itu.
Selanjutnya adalah proses yang agak
rumit jika kita belum memiliki pemahaman penggunaan program Excel yang mumpuni.
Proses ini adalah membuat prediksi Saldo
Kas Akhir.
Jadi disini saya cuma akan sharing
konsepnya saja, yaitu:
“Bila kita tempatkan Saldo Awal Kas Riil kemudian kita
tambah dengan Surplus (Defisit) Budget Kas Pertanggal tadi, maka akan didapat
Prediksi Budget Saldo Akhir Harian Kas dan Estimasi Saldo Akhir Kas pada akhir periode. Dan ketika
pada tanggal terkait sudah ada data kas yang sesungguhnya terjadi dari CO dan
CI (realisasi), maka masukkan data realisasi tersebut pada kolomnya sesuai
masing-masing kategori (kolom realisasi). Excel saya buat supaya melakukan
update prediksi Budget Saldo Kas ketika data realisasi dimasukkan. Rumus yang
saya andalkan dalam hal ini adalah Fungsi IF”
Dari konsep diatas, maka saya dapat
melihat setiap perubahan atas Prediksi Budget Saldo Kas baik pertanggal maupun
pada akhir bulan. Dengan berdasar modal data tersebut, saya dan direksi
memiliki bahan yang cukup dan valid dalam membuat kebijakan keuangan yang
diperlukan.
Dalam hal ini ada 2 kemungkinan,
yaitu :
1. Tidak ada perubahan
rencana/kebijakan keuangan
Hal ini karena memang realisasi atas budgeting berjalan
sesuai rencana atau tidak ada suatu perubahan yang signifikan sehingga tidak perlu
ada penyesuaian/perubahan
2. Ada
perubahan rencana/kebijakan keuangan
Hal ini karena realisasi atas budgeting menunjukkan suatu
indikasi buruk bila budgeting tadi tidak dilakukan perubahan dengan segera
Indikasi buruk yang bisa timbul bisa
meliputi beberapa hal :
1. Saldo defisit pada Saldo Kas Harian
Pada kondisi seperti ini, maka perlu adanya rencana
peningkatan pemasukan atau penundaan rencana pengeluaran. Tetapi ini sifatnya
hanyalah fluktuatif saja sehingga ini cukup terjadi penyesuaian pada budget
Harian saja tetapi tidak merubah Budget secara global.
2. Saldo defisit pada Saldo Kas Bulanan (global)
Pada kondisi seperti ini, maka perlu adanya perubahan
Budgeting yang signifikan karena adanya kebijakan yang berubah dan sifatnya
krusial dimana akan berpengaruh pada Budget secara Global. Misalnya karena ada
penundaan realisasi penjualan karena penurunan harga, penundaan pembelian aset,
penundaan penerimaan pinjamaan dll.
Selamat mencoba dan semoga
bermanfaat ya sobat. Jika sobat mencoba, saya akan sangat senang jika sobat juga mengembangkannya.
Terimakasih atas atensinya sobat...
Walaikumsalam Wr.Wb
No comments:
Post a Comment