Salam cinta sobat...
Siang ini saya coba sharing suatu hal contoh nyata kaitannya dengan suatu kasus perihal Leverage Asset ya sob...
Dimulai dulu dengan gambaran kasusnya:
"Perusahaan A memiliki rasio leverage asset yang baik karena untuk menambah omzet maka perusahaan A memakai strategi pemasaran dengan membuat jaringan distribusi. Bentuknya riilnya ADALAH perusahaan menunjuk beberapa pihak lain sebagai distributor serta subdistributor.
Otomatis perusahaan untuk memperluas area Dan menaikkan penjualan cukup hanya kirim ke distributor Dan subdistributor. Armada yang diperlukan oleh perusahaan bersifat biaya tetap yaitu gaji sopir Dan aset armada atau biaya sewa armada bulanan.
Management merasa heran karena rasio Leverage Asset yang baik tapi perusahaan mengalami penurunan rasio modal Karena Laba Ditahan menurun akibat kerugian".
Dari penjelasan kasus diatas apa Kira-Kira penyebabnya sob?
Begini sob...dalam kasus nyata dimana kita menggunakan sistem penjualan kepada distributor Dan subdistributor sebelum produk perusahaan A sampai kepada end user maka pastinya perusahaan menyadari beberapa syarat:
1. Harus memberikan harga yang kompetitif pada distributor Dan subdistributor
2. Melakukan survey Dan membuat strata harga (struktur harga). Dalam strata harga, distributor Dan subdistributor memegang posisi pada harga jual terendah dari perusahaan. Karena pastinya distributor membutuhkan keuntungan tetapi ingin tetap memiliki harga yang kompetitif.
3. Memberikan fasilitas penjualan kredit kepada distributor Dan subdistributor
Masalah utama muncul ADALAH mengacu pada poin 2 Dan 3, sob. Kenapa?
Karena "tingkat resiko" perusahaan A akan meningkat dibanding menjual sendiri.
Resiko yang muncul:
1. Omzet in value per unit akan pada titik terendah (bottom line). Jika beban (expense) lebih besar daripada keuntungan maka pastinya perusahaan A akan merugi
2. Resiko pada poin 1 masih ditambah lagi karena adanya resiko kerugian piutang tak tertagih
Kesimpulannya:
Rasio Leverage Asset yang baik memang menjadi harapan semua perusahaan. Tetapi harus diimbangi juga dengan menjaga tingkat resiko agar tidak naik terlalu tinggi. Sehingga keputusan Dan strategi management untuk mendapat rasio Leverage Asset yang baik harus dipertimbangkan dengan baik akan difokuskan pada obyek dan bentuk yang tidak menambah tingkat resiko sehingga tidak justru membuat perusahaan masuk ke ambang batas kebangkrutan.
Lalu apakah sistem seperti contoh diatas tidak boleh digunakan sob? Jawabannya boleh asalkan perusahaan sudah menyiapkan tata kelola yang sesuai.
Demikian penjelasan saya sobat, semoga dapat lebih memperjelas apa sejatinya Leverage Asset serta bermanfaat bagi sobat untuk membuat strategi yang tepat untuk mendapat rasio Leverage Asset yang ideal.
Selamat berakhir pekan sonar...sampai jumpa kembali...
Walaikumsalam Wr.Wb
No comments:
Post a Comment