Thursday, January 30, 2020

Akuntansi untuk pengeluaran biaya yang tidak terkait bidang usaha utama perusahaan

Assallamualaikum Wr.Wb

Salam cinta sobat...

Sore ini saya ingin share berdasarkan pengalaman saya nih..

Sebagai akunting atau finance pastinya sobat pernah bingung gimana suatu biaya yang tidak ada hubungannya dengan transaksi bidang usaha utama dicatat dalam Laporan Keuangan perusahaan...saya pun juga sobat...hehehe

Saat itu perusahaan saya banyak sekali mengeluarkan Dana untuk investasi pada suatu aktifitas pemilik yang bukan untuk membiayai operasional utama perusahaan.
Dan saya harus membuat SOP Akuntansinya untuk perihal tersebut sebagai tugas tanggung jawab says saat itu.

Ada beberapa opsi sebenarnya sobat, tetapi saya dengan percaya diri akan menjelaskan langkah yang saya ya hehehe...

Acuan Prinsip Akuntansinya:
"Transaksi Perusahaan Dipisahkan Dari Transaksi Pribadi"


Alternatif 1:
Asumsi biaya tersebut akan diganti oleh pemilik (owner atau direksi).

Langkah 1:
Dikarenakan bahwa transaksi tersebut tidak ada akun transaksi biaya secara khusus Karena memang bukan bagian dari transaksi biaya usaha utama perusahaan, maka saya arahkan agar dicatat sebagai Piutang (Account Receivable) Lain-lain (debit), Dan Kas/Bank (kredit).

Langkah 2:
Apabila Dana dikembalikan, maka dilakukan jurnal balik. Kas/Bank (debit), Piutang Lain-lain (kredit).


Alternatif 2:
Asumsi Dana tersebut tidak dikembalikan Dan harus dicatat sebagai biaya perusahaan.

Langkah:
Dicatat sebagai biaya tetapi bukan pada biaya utama terkait operasional perusahaan, yaitu pada kelompok akun Biaya Non Operasional Utama pada akun Biaya Lain-lain (debit). 

Yang mendasari hal tersebut:
1. Pengeluaran sebaiknya tercatat pada Laba Rugi agar ada korelasi antara Laporan Kas/Bank dengan Laporan Laba Rugi pada aliran dana
2. Pada Laporan Laba Rugi tetap harus Dipisahkan antara biaya terkait operasional perusahaan Dan biaya non operasional perusahaan


Alternatif 3:
Asumsi biaya tersebut bukan bagian dari Laporan Laba Rugi Dan dianggap sebagai investasi dimasa depan dalam bentuk pembentukan unit usaha baru (investasi).

Langkah 1:
Catat hanya pada neraca tetapi bukan pada kelompok Aktiva Lancar (tidak sebagai Piutang).

Langkah 2:
Buat akun pada kelompok Aktiva Tak Berwujud, misal: Pengembangan Bisnis Baru.
Hal ini tidak disusut atau diamortisasi karena sebuah aset akan disusut atau diamortisasi apabila memang pengeluaran tsb adalah merupakan Cost terkait dengan bidang usaha utamanya. Selain itu, perusahaan saat ini belum dapat mencatat biaya penyusutan atau amortisasi karena memang tidak berhak Dan tidak memiliki akunnya pada Laporan Laba Rugi.

Demikian sekilas sharing saya sob...semoga bermanfaat ya. 

Walaikumsalam Wr.Wb

No comments:

Terjebak Menjadi Budak Uang

image from Cartoon  Movement Salam bahagia luar biasa. Sobat, pernah dengar istilah "budak uang atau diperbudak oleh uang? ...