Monday, January 27, 2020

PENGENDALIAN BAHAN BAKAR MINYAK UNTUK BISNIS DISTRIBUSI & TRANSPORTASI-BAGIAN 2

Assallamulaikum Wr.Wb

Salam cinta sobat semua…

Saat ini kita bisa jumpai bahwa bisnis transportasi menengah dan berat semakin banyak di negeri ini. Dari mulai bentuk armada kecil, bis, sampai truk.
Dari semua itu kita tahu bahwa modal utama untuk operasionalnya adalah Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sekali lagi bahwa ini semua dari pengalaman saya. Dimana web atau blog yang saya gunakan berisi materi berdasar pengalaman yang saya praktekkan dan gunakan sebagai CFO atau COO selama ini.
BBM sebagai modal utama dalam bisnis transportasi sebagai penggerak suatu armada, ternyata sangat rentan untuk dijadikan sebagai obyek untuk disalahgunakan. Disalahgunakan dalam hal ini berarti melalui mekanisme pembelanjaan BBM, para pelaku dapat meraup keuntungan secara nominal. Dan yang dirugikan pastinya adalah perusahaan yang membiayai pembelanjaan BBM tersebut.

Saya tidak akan share bagaimana hal tersebut bisa terjadi atau bagaimana bentuknya,. Karena setiap kejadian bisa berbeda tergantung dari sistem yang diterapkan oleh perusahaan.
Saya akan share pengalaman saya untuk mengantisipasi atau meminimalisir terjadinya fraud sehubungan BBM. Tapi jangan pernah bilang bahwa semua sistem bisa diselewengkan….ya tanpa dikasih tahu pun saya paham hal tersebut. Sistem selalu bisa dibobol, karena semua sistem akan lemah kalau sudah bertemu dengan namanya KONGKALIKONG alias PERSEKONGKOLAN dari orang yang menjalankan sistem.

Saran terbaik saya untuk pengendalian BBM:
      1. Buatlah kerjasama dengan SPBU
      2.  Gunakan sistem voucher yang bernomor urut, dan ada Kop resmi perusahaan
     3.   Voucher buatlah bentuk yang eksklusif, saya sarankan bentuknya seperti buku CEK atau BG (bilyet giro), tapi untuk kertas tidak harus setebal CEK atau BG dari bank.
      4. Dalam buku voucher, tetap akan tertinggal lembar kecil dari voucher (seperti dalam cek atau BG), dan lembar kecil tersebut akan urut karena tetap tertempel dalam buku serta pastikan urut.
      5. Jika jumlah armada yang melakukan pengisian dalam 1 hari termasuk banyak, maka pengajuan haruslah dibuat rekap yang berisi nomor voucher dan nopol armada serta jumlah satuan BBM yang diisikan sesuai voucher.
       6. Voucher diajukan kepada bagian Keuangan untuk mendapat persetujuan.
     7. Persetujuan dari Keuangan berbentuk tanda tangan serta stempel resmi perusahaan yang hanya dipegang oleh Keuangan.
      8. Apabila ada voucher yang BATAL digunakan oleh karena suatu hal, maka voucher tidak boleh dibuang, tetapi tetap dijadikan dalam buku voucher dan dijadikan satu bersama kertas kecil pasangannya.
      9. Voucher yang batal digunakan harus dibubuhi “Tanda Siliang Besar” atau tulisan “Batal” oleh Finance/Keuangan.
      10.  Buatlah jadwal pengisian yang rutin, misal suatu hari tertentu dan BBM diisi full (penuh).
      11.  Usahakan indikator BBM menyala agar menjadi informasi penguat dalam sistem pengendalian ini tentang kondisi BBM saat diisi.
      12.   Pada saat pengisian, taruh petugas khusus yang bertugas mengawasi pengisian BBM.
     13. Nota BBM warna putih (rangkap 1) dan rangkap 3 untuk SPBU (digunakan untuk penagihan kepada Keuangan perusahaan kita)
      14.   Petugas pengawas dari perusahaan tersebut mendapat nota rangkap 2.
      15.  Petugas mengumpulkan semua nota yang didapat, dan dijadikan satu dengan dengan kertas kecil dalam buku voucher sesuai armada yang diberi nomor voucher tersebut
      16.   Pada saat terdapat penagihan, Keuangan akan mendapat Invoice, Listing Nota, No Voucher yang dapat digunakan Keuangan untuk melakukan verifikasi dan ketika semua sesuai, maka Pembayaran dilakukan.

Saya tidak akan menjelaskan variasi dari sistem tersebut karena pasti ada kondisi yang bisa berubah atau tidak terduga. Yang jelas seorang CFO atau COO haruslah pandai membuat sistem serta variasinya sehingga setiap kondisi tetap terkendali. Ada juga sistem yang dibuat CFO atau COO sehingga malah menjadikan batu sandungan buat perusahaan, karena ingin terlalu ketat tetapi malah membuat perusahaan rugi karena operasional terhambat.

Terimakasih semuanya…


Walaikumsalam Wr.Wb

No comments:

Terjebak Menjadi Budak Uang

image from Cartoon  Movement Salam bahagia luar biasa. Sobat, pernah dengar istilah "budak uang atau diperbudak oleh uang? ...