Hai sobat semua, kali ini saya
mau cerita tentang perbedaan antara Expense
dan Cost.
Yaa...kalian benar bahwa ini adalah istilah adalah dalam bahasa
Inggris yang intinya adalah Biaya
yang identik dengan Pengeluaran.
Banyak diantara kita ketika
berbicara masalah Akunting menyebut 2 istilah tersebut untuk menggantikan kata
Biaya atau Pengeluaran. Pertanyaan yang muncul adalah…Eng Ing Eng "Emangnya
bener ya bahwa itu sama artinya dalam Akunting?"
Mungkin diantara kalian para
Accounting Lovers sudah ada yang tahu, tapi bagi yang belum semoga apa yang saya jelaskan bisa membantu paling tidak dalam mengetahui perbedaannya.
So…kita mulai saja ya…Kita mulai
dari Definisinya dulu…
Expense
dalam Akunting memang benar artinya
adalah suatu Biaya, tapi biaya seperti apa yang dapat dikategorikan sebagai
Expense?
Nah sobat, agar mempermudah dalam pembedaannya, saya selama ini
mengistilahkan bahwa Expense adalah biaya
operasional usaha rutin yang dikeluarkan oleh suatu Badan Usaha yang sifatnya
dikonsumsi oleh perusahaan dan timbulnya tidak ada hubungannya dengan membentuk suatu Aset (baik Aset Lancar atau Aset Tetap).Dapat juga kita artikan segala biaya yang terkait dengan menaikkan nilai pendapatan atau penjualan.
Pada Laporan Laba Rugi, kategori Expense dicatat sebagai bagian dari
Biaya Usaha setelah Perhitungan Laba Kotor. Pada Badan Usaha yang berbeda,
Expense bisa berbeda-beda bentuknya serta jenisnya tergantung dari bidang usaha
serta penerapannya dalam Pelaporan Akunting.
Contoh kategori yang umum muncul adalah Biaya Adm & Umum, Biaya Pemasaran
& Penjualan.
Cost
dalam Akunting digunakan untuk
menjelaskan suatu biaya atau pengeluaran
yang ada hubungannya dalam membentuk suatu Aktiva baik Lancar atau Tak Lancar. Contoh dari Cost adalah biaya pembelian yang
muncul karena membentuk suatu Persediaan.
Nah sobat, semoga ini bisa menjadi
awal yang cukup memperjelas perbedaan dari keduanya. ..Nah kalau dilihat dari
penjelasan tadi, berarti bagaimana dengan suatu Pembelian Aset Tetap? Cost atau
Expense?
Contoh :
1.
Seperti kita tahu, semua biaya yang muncul akibat
pengadaan Aset Tetap akan dibukukan sebagai Harga Perolehan. Sedangkan suatu
Pembelian Aset Tetap tidak hanya untuk Nilai Aset Tetapnya saja, tetapi juga
meliputi biaya-biaya yang timbul agar Aset Tetap tersebut dapat dioperasikan.
Nah atas biaya yang timbul ini, kita sebut sebagai Cost.
2. Bagaimana jika Perusahaan kita menggunakan Mesin Fotocopy
yang disewa dari Perusahaan lain? Cost atau Expense? Nah kita coba breakdown
dulu kasusnya. Mesin Fotocopy adalah suatu Aset Tetap, tetapi bila itu kita beli dan akan dicatat sebagai Aset Tetap Perusahaan maka semua biaya untuk mendapatkannya sampai dengan beroperasi disebut cost dan sebagai expensenya adalah Biaya Penyusutan.
Sedangkan bila Mesin tersebut kita sewa
maka tidak akan dicatat sebagai Aset Tetap dalam Neraca, tetapi dicatat sebagai
Persekot Sewa atau Biaya
Dibayar Dimuka pada kategori Aset Lancar. Otomatis tidak muncul sebagai Cost (menurutku loch…hehe…). Yang
muncul adalah Expense dalam bentuk Biaya
Sewa yang dibebankan setiap bulan pada Kategori Biaya Adm & Umum pada Laporan Laba Rugi yang akan mengurangi Persekot Sewa sampai akhirnya habis
sesuai periode perjanjian sewa.
Nah sobat…demikian sekilas info
dari saya…hehe…semoga bermanfaat dan ada referensi lain yang bisa melengkapi
penjelasanku ini, tapi harapannya sobat semua dah pada jelas dengan
penjelasanku ini…ok, see yaaaaaaaaa….
No comments:
Post a Comment