Salam cinta sobat...
Pagi ini saya ingin share sesuatu yang sifatnya ADALAH Penyesalan saya. Kenapa? What happen?
Saya telah membuat kebijakan beberapa tahun lalu untuk perusahaan tempat saya bekerja dimana saya merasa telah membuat kebijakan yang mengandung dosa besar. Dan saya lebih menyesal karena hal tsb masih berjalan sampai sekarang.
Sebenarnya secara bisnis kebijakan saya ini pasti sangat menarik Dan pasti disetujui oleh semua management perusahaan. Tetapi saya sekarang sadar bahwa itu semua Salah mengacu pada semua ajaran agama, baik Islam maupun yang lain.
Dosa apa itu sobat?? RIBA...RIBA...RIBA...
Berdasar dari Al Quran dan Kitab Injil, Riba ADALAH sesuatu yang diharamkan. Baik yang terjadi karena meminjamkan sesuatu, menjual sesuatu (khusus pada bentuk tertentu), dan pertukaran sesuatu (khusus pada bentuk tertentu).
Sebagai catatan, Dalam hal ini saya tidak secara harfiah mengatakan bahwa Segala sesuatu yang bersifat keuntungan ADALAH bentuk RIBA dan Dosa ya sob...
Mengacu pada kasus yang saya alami saja seperti cerita saya diawal artikel ini.
Pada waktu itu perusahaan saya memiliki kebijakan memberikan bantuan pinjaman kepada karyawan Tanpa bunga. Kebetulan pinjaman tersebut ada yg disalahgunakan Oleh karyawan sehingga secara keuangan saya berpikir bahwa kebijakan tsb meragukan perusahaan dalam 2 hal:
1. Mengurangi saldo kas (cashflow) untuk keperluan usaha yang utama
2. Pengendaliannya akan merepotkan karena menambah beban pekerjaan HRD Dan bagian Keuangan
Mengacu hal tsb saya mendatangkan Lembaga Pembiayaan yang memberi fasilitas Pinjaman Karyawan dengan sistem kerjasama dengan perjanjian. Sistemnya pun juga telah berjalan dengan baik.
Perusahaan juga diuntungkan karena 2 poin yang saya sebutkan tadi bisa teratasi Dan karyawan juga dapat meminjam dengan jumlah yang lebih besar (sesuai persetujuan perusahaan Dan lembaga pembiayaan).
Resiko perusahaan pasti juga hilang karena apabila ada karyawan yang masih memiliki tagihan pinjaman tetapi keluar dari perusahaan maka menjadi urusan karyawan terkait dengan lembaga pembiayaan tanpa melibatkan perusahaan. Dan sobat pasti tahu bahwa dalam hal ini terdapat bunga pinjaman sebagai bentuk RIBA.
Lalu dimana letak penyesalan saya??
Ya sobat...saya menyesal.
Karyawan pastinya akan semakin berat karena pinjaman terjadi pastinya karena suatu hal yang mendesak. Jika ditanya pastinya mereka juga tidak ingin punya hutang. Tapi ketika mereka mengembalikan masih harus dibebani dengan nilai pengembalian yang lebih besar. Hal ini sangat tidak sesuai dengan ajaran agama.
"Riba diharamkan bukan hanya pada pelaku yang melakukan praktek tetapi juga pada yang baik langsung atau tidak langsung mendukung praktek tsb berjalan"
Karena Riba ADALAH sebuah dosa maka pasti ada dampak tidak baik sob...Dan itu benar adanya...praktek riba berimbas entah apa bentuknya membuat perusahaan saya tidak lancar dalam perkembangannya.
Kehidupan saya pun juga seolah waktu itu selalu ada masalah. Persis seperti dengan apa yang pernah saya Baca dari buku yang menjelaskan bahaya dari dosa Riba.
Seolah hidup saya kurang berkah, rencana saya banyak yang tidak berjalan dengan baik walau dilakukan dengan niatan baik sob...
Tetapi alhamdulillah istriku menyadarkanku.
Saya sekarang coba tinggalkan praktek Riba atau mendukung hal tsb. Alhamdulillah hidup jauh lebih tenang. Walau kecil tapi rencana perlahan mulai diberi kelancaran Dan kemudahan. Sedikit atau banyak rejeki tetap bisa dinikmati Dan disyukuri. Usaha istri yang kami bangun bersama dirumah juga alhamdulillah diberi kemudahan Dan kelancaran.
"Karena setiap kemudahan ADALAH milik Allah. Dan setiap sukacita yang berubah menjadi kemudahan hanya jika Allah menghendakinya".
Jika kita berniat membantu orang lain dengan pinjaman sebaiknya memang kita tidak menambahkan nilainya sob. Karena nilai yang bertambah tadi lebih pada pahala kita Dan bukan menambah dosa kita.
Dari situ banyak hal yang bermanfaat bagi kita sob...
1. Menambah nilai pahala
2. Kita belajar ikhlas
3. Kita terbebas dari dosa
4. Hidup kita lebih tenang dihati
5. Kita menanam kebaikan pada selama
Kita tidak akan pernah tahu kebaikan apa yang akan kita terima dari Allah nantinya, dan kapan waktunya. Tapi selama kita menanam kebaikan insyaallah maka kebaikanlah yang kita tuai...Amin
Selamat beraktifitas sob...bagi yang punya pengalaman tentang Riba mungkin bisa share pada comment ya sob...
Terimakasih Dan Walaikumsalam Wr.Wb
No comments:
Post a Comment