Wednesday, February 05, 2020

Cerdik Keuangan Anggarkan / Budgeting Biaya THR (Tunjangan Hari Raya)


Salam cinta sobat…

Kali ini saya akan share 1 hal yang berhubungan dengan teknis atau strategi keuangan yang bertujuan untuk mengamankan rencana pengeluaran dana yang bisa dikatakan cukup besar pada perusahaan tetapi pada 1 periode pendek, yaitu Bulan.

Seperti kita tahu banyak perusahaan butuh ekstra pikiran dan ekstra dana ketika mendekati perayaan Hari Raya Lebaran atau Natal. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal:
    
    1.       Perusahaan harus mengeluarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan yang besarnya hampir sama dengan besaran Salary setiap bulan
     
     2.       THR kadang jatuh pada bulan/periode yang sama dengan periode pembiayaan Salary sehingga beban biaya untuk hal ini menjadi hampir 2 kali lipat
    
    3.        Pada masa Hari Raya Lebaran, jumlah hari operasional tergolong lebih pendek dibanding biasanya karena libur panjang sehingga berdampak pada penjualan yang mungkin saja bisa turun. Hal ini tergantung dari jenis usaha dan produk yang dijual
     
     4.       Banyak para customer kredit atau pelanggan kredit  (debitur) yang juga menunda pembayaran atau pelunasan tagihan dengan alasan bahwa juga banyak pengeluaran karena Hari Raya, atau bagi pelanggan jenis industri juga akan memberikan alasan bahwa perusahaan mereka juga sedang banyak pengeluaran untuk THR
      
      5.       Selain itu juga ada kebutuhan lain selain THR yaitu parcel hari raya


Dari beberapa sebab diatas, maka CFO atau Manajer Keuangan harus cerdik untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut agar dana untuk THR tersebut sudah ready pada saat dibutuhkan. Apabila dana tersebut tidak dipersiapkan sejak awal, maka dikhawatirkan pada saat dibutuhkan ternyata dana untuk THR tidak mencukupi karena digunakan untuk kebutuhan lain.

Sebagai dasar acuan untuk mempersiapkannya adalah mengacu pada pemahaman bahwa THR adalah biaya yang memiliki kategori sama dengan Salary atau Upah, sedangkan Salary & Upah dialokasikan setiap bulan. Oleh karena itu, maka kita lakukan cara cerdik untuk mengamankan dana kas/bank agar hal tersebut tidak memberatkan pada saat dibutuhkan.

Adapun teknisnya adalah:
     1.       Perlakukan atau asumsikan bahwa biaya THR layaknya seperti gaji dan upah yang setiap bulan harus dibiayai.

     2.       Hitung estimasi berapa kebutuhan THR untuk tahun depan, kemudian bagi dengan 12 (bulan). Akan lebih baik lagi jika dibagi dengan 11 (bulan) karena dengan hal tersebut maka persiapan dana THR akan lebih awal siap sebelum dibutuhkan. Dengan hal ini, kita sudah mendapatkan nilai estimasi THR setiap bulan bagi karyawan.
      
      3.       Siapkan rekening tersendiri (ini rekomendasi saya) yang tidak akan terganggu dengan kebutuhan operasional.

     4.       Setiap awal atau akhir bulan, sisihkan dana operasional sebesar sesuai poin 2 dan dimasukkan dalam rekening yang sudah disiapkan pada poin 3.
     
     5.       Apabila terdapat perubahan kondisi yang berdampak pada naik atau turunnya estimasi THR perbulan, maka deposit atas THR bulanan dapat dinaikkan atau turunkan. Saran saya apabila turun maka deposit perbulan jangan diturunkan sehingga bisa mengantisipasi jika ada kenaikan secara tak terduga.
    
     6.       Bila dana THR telah ditarik untuk digunakan, maka sebelum itu ulangi lagi proses aktifitas ini seperti pada poin 1 dan seterusnya.


Indikator yang harus dipertimbangkan dalam membuat estimasi adalah:
      1.       Estimasi upah regional atau UMK untuk tahun depan yang diberlakukan oleh pemerintah.
      2.       Naik atau turunnya jumlah karyawan.
      3.       Naik atau turun jumlah karyawan mengacu pada levelnya dalam perusahaan.
      4.       Komposisi karyawan magang, percobaan, kontrak dan tetap.
      5.       Biaya lain diluar THR (parcel, sumbangan, dan lain-lain)

Demikian informasi dan sharing dari saya, semoga bisa bermanfaat dan semoga bisa memberikan inspirasi untuk ide yang lebih bagus dan lebih baik lagi ya sobat...

No comments:

Terjebak Menjadi Budak Uang

image from Cartoon  Movement Salam bahagia luar biasa. Sobat, pernah dengar istilah "budak uang atau diperbudak oleh uang? ...