Salam cinta sobat…
Kali ini saya akan share 1 hal
yang berhubungan dengan teknis atau strategi keuangan yang bertujuan untuk
mengamankan rencana pengeluaran dana yang bisa dikatakan cukup besar pada
perusahaan tetapi pada 1 periode pendek, yaitu Bulan.
Seperti kita tahu banyak
perusahaan butuh ekstra pikiran dan ekstra dana ketika mendekati perayaan Hari
Raya Lebaran atau Natal. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal:
1. Perusahaan
harus mengeluarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan yang besarnya hampir
sama dengan besaran Salary setiap bulan
2. THR
kadang jatuh pada bulan/periode yang sama dengan periode pembiayaan Salary
sehingga beban biaya untuk hal ini menjadi hampir 2 kali lipat
3. Pada masa Hari Raya Lebaran, jumlah hari
operasional tergolong lebih pendek dibanding biasanya karena libur panjang
sehingga berdampak pada penjualan yang mungkin saja bisa turun. Hal ini
tergantung dari jenis usaha dan produk yang dijual
4. Banyak
para customer kredit atau pelanggan kredit
(debitur) yang juga menunda pembayaran atau pelunasan tagihan dengan
alasan bahwa juga banyak pengeluaran karena Hari Raya, atau bagi pelanggan
jenis industri juga akan memberikan alasan bahwa perusahaan mereka juga sedang
banyak pengeluaran untuk THR
5. Selain
itu juga ada kebutuhan lain selain THR yaitu parcel hari raya
Dari beberapa sebab diatas, maka
CFO atau Manajer Keuangan harus cerdik untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut
agar dana untuk THR tersebut sudah ready pada saat dibutuhkan. Apabila dana
tersebut tidak dipersiapkan sejak awal, maka dikhawatirkan pada saat dibutuhkan
ternyata dana untuk THR tidak mencukupi karena digunakan untuk kebutuhan lain.
Sebagai dasar acuan untuk
mempersiapkannya adalah mengacu pada pemahaman bahwa THR adalah biaya yang
memiliki kategori sama dengan Salary atau Upah, sedangkan Salary & Upah
dialokasikan setiap bulan. Oleh karena itu, maka kita lakukan cara cerdik untuk
mengamankan dana kas/bank agar hal tersebut tidak memberatkan pada saat
dibutuhkan.
Adapun teknisnya adalah:
1. Perlakukan
atau asumsikan bahwa biaya THR layaknya seperti gaji dan upah yang setiap bulan
harus dibiayai.
2. Hitung
estimasi berapa kebutuhan THR untuk tahun depan, kemudian bagi dengan 12
(bulan). Akan lebih baik lagi jika dibagi dengan 11 (bulan) karena dengan hal
tersebut maka persiapan dana THR akan lebih awal siap sebelum dibutuhkan.
Dengan hal ini, kita sudah mendapatkan nilai estimasi THR setiap bulan bagi
karyawan.
3. Siapkan
rekening tersendiri (ini rekomendasi saya) yang tidak akan terganggu dengan
kebutuhan operasional.
4. Setiap
awal atau akhir bulan, sisihkan dana operasional sebesar sesuai poin 2 dan
dimasukkan dalam rekening yang sudah disiapkan pada poin 3.
5. Apabila
terdapat perubahan kondisi yang berdampak pada naik atau turunnya estimasi THR
perbulan, maka deposit atas THR bulanan dapat dinaikkan atau turunkan. Saran
saya apabila turun maka deposit perbulan jangan diturunkan sehingga bisa
mengantisipasi jika ada kenaikan secara tak terduga.
6. Bila
dana THR telah ditarik untuk digunakan, maka sebelum itu ulangi lagi proses
aktifitas ini seperti pada poin 1 dan seterusnya.
Indikator yang harus dipertimbangkan dalam membuat estimasi adalah:
1. Estimasi
upah regional atau UMK untuk tahun depan yang diberlakukan oleh pemerintah.
2. Naik
atau turunnya jumlah karyawan.
3. Naik
atau turun jumlah karyawan mengacu pada levelnya dalam perusahaan.
4. Komposisi
karyawan magang, percobaan, kontrak dan tetap.
5. Biaya
lain diluar THR (parcel, sumbangan, dan lain-lain)
Demikian informasi dan sharing
dari saya, semoga bisa bermanfaat dan semoga bisa memberikan inspirasi untuk
ide yang lebih bagus dan lebih baik lagi ya sobat...
No comments:
Post a Comment