Hai sobat semua…
Dengan penuh semangat saya akan share sesuatu yang siapa tahu bisa menjadi alternatif bagi perusahaan yang masih berkembang sehingga dapat melakukan efisiensi dalam investasi untuk pembelanjaan dana perusahaan bagi pengadaan inventaris aset tetap.
Perlu disadari bahwa perusahaan yang sedang berkembang umumnya atau biasanya mengalami beberapa permasalahan:
1. Permodalan
yang bersifat mandiri dimana pemilik hanya memberikan modal awal berupa aset
serta modal kerja yang terbatas, dan untuk berikutnya manajemen diharapkan
dapat mengelola penyediaan modal kerja dari hasil operasional
2. Biaya operasional yang sulit untuk dikendalikan perputarannya
3. Pengadaan bahan baku (untuk manufaktur) yang selalu lancar agar supply chain tetap terjaga.
4. Dana yang cukup besar untuk pengadaan aset dalam rangka menjalankan rencana pengembangan.
5. Menghindari hutang bank untuk memperkecil resiko financial yang timbul akibat beban bunga bank.
Agar rencana pengembangan perusahaan tetap dapat berjalan, maka perusahaan akan membuat alokasi dana perusahaan diprioritaskan pada poin 2 & 3 dan menghindari poin 5.
Lalu bagaimana hal tersebut dapat berjalan dan poin 4 dapat terlaksana tetapi tanpa membebani dana operasional atau modal kerja yang dikumpulkan dari hasil operasional?
Ada satu alternative yang dapat dilakukan apabila sobat menjadi seorang manajer keuangan atau CFO atau COO dalam perusahaan seperti ini. Yaitu dengan membuat suatu metode yang mengacu pada manfaat serta teknis penggunaan dari inventaris tersebut. Obyek yang dapat diterapkan adalah pada aset tetap atau inventaris yang sifatnya adalah merupakan fasilitas kerja bagi pegawai.
Adapun syarat dan contoh obyek adalah:
1. Aset
diberikan kepada user sebagai fasilitas kerja.
2. Fasilitas kerja merupakan tanggung jawab bagi perusahaan untuk menyediakan.
3. Aset digunakan tidak hanya pada saat jam kerja kantor (office hour), dan juga bersifat mobile (sebagai contoh adalah Laptop dan tidak disimpan di kantor diluar jam kerja).
4. Bentuk aset bersifat memiliki beberapa opsi untuk fungsi yang sama (sebagai contoh adalah antara Laptop dan PC).
5. Aset akan lebih banyak digunakan diluar jam kerja dan tidak dapat dibatasi penggunanya ataupun kepentingan penggunanya.
Untuk obyek Laptop dengan mekanisme seperti diatas, maka yang dapat ditawarkan perusahaan kepada user adalah jika user memilih laptop sebagai sarana dan fasilitas kerja, maka dapat ditawarkan kepada user bahwa Laptop dapat menjadi milik pribadi dengan syarat.
Adapun mekanisme serta syaratnya adalah:
1. User
dapat memilih laptop dengan spesifikasi tertentu dan juga merk tertentu.
2. Perusahaan
akan melakukan pembelian terlebih dahulu
3. Nilai laptop akan diangsur oleh user dan dibayarkan kepada perusahaan sesuai harga perolehan yang didanai oleh perusahaan.
3. Nilai laptop akan diangsur oleh user dan dibayarkan kepada perusahaan sesuai harga perolehan yang didanai oleh perusahaan.
4. Biaya
yang timbul untuk perbaikan dan perawatan dapat diatur sedemikian rupa sehingga
tidak semua menjadi beban perusahaan.
5. Kesepakatan
haruslah tertuang dalam agreement agar tidak menjadi masalah dikemudian hari.
Manfaat yang diperoleh bagi kedua
pihak adalah:
1. Perusahaan
a.
Tidak perlu mengeluarkan dana aset yang besar
untuk pengembangan karena ada refund dari user atas pembelian aset walau tidak
sekaligus diterima.
b.
Biaya repair dan maintance juga tidak ditanggung
sepenuhnya oleh perusahaan, sehingga terjadi penghematan.
c.
Meminimalisir potensi fraud atas beban yang
timbul untuk penggunaan aset yang tidak bertanggung jawab.
2. User/Karyawan
a.
Bisa memiliki inventaris sendiri dengan
spesifikasi yang diharapkan.
b.
Tidak memiliki beban moral ketika invetaris
laptop rusak dan penggunaannya tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh
perusahaan.
Tetapi apabila user memilih
inventaris kerja berupa PC, maka hal ini juga memiliki keuntungan dan kelemahan
yang berbeda dengan laptop bagi masing-masing pihak tersebut. Seperti PC hanya
digunakan dikantor saja, penggunaan juga akan dibatasi sesuai keperluan kerja,
spesifikasi sesuai yang ditetapkan oleh perusahaan, user tidak memiliki aset
apapun, perusahaan harus menyediakan dana untuk pembelian PC, biaya perbaikan
dan perawatan menjadi beban perusahaan.
Hal ini sudah saya terapkan dalam perusahaan saya bekerja saat ini, dan yang pertama mengambil opsi tersebut adalah saya, walaupun perusahaan akan tetap memberikan inventaris laptop. Sekali lagi hal ini sebaiknya diterapkan sejak awal, agar tidak rentan terjadi konflik mengingat jika sudah ada user yang menikmati fasilitas seperti itu sejak awal tetapi tidak dibatasi penggunaannya.
Terimakasih atas perhatian dari sobat semua, semoga bermanfaat apalgi jika sobat punya perusahaan sendiri atau menjadi seorang pejabat yang memiliki wewenang untuk membuat sistem.
No comments:
Post a Comment