Thursday, January 30, 2020

"Kaya vs Banyak Uang" Itu Berbeda


Assallamualaikum Wr.Wb

Salam cinta sobat...

Hai sobat...dah beberapa hari tidak mendapa mu dengan posting ni...kangenn...

Sobat kebetulan semalam saya kepikiran sesuatu, apakah banyak uang itu sama dengan kaya?

Banyak sekali berita entertainment yang kadang membuat saya atau sobat pasti kaget, "artis A yang dulu sangat terkenal Dan hidup dengan kemewahan sekarang jatuh miskin"...OMG apa yang terjadi??

Jika kita bertanya apa yang telah terjadi pasti banyak penjelasannya sobat. Ada yang karena habis untuk biaya pengobatan, ada yang karena gaya hidup, ada yang karena tertipu, ada yang karena dihabiskan oleh pasangannya, Dan banyak hal lain...Tapi kalau kita bertanya "apakah sebab yang utama?" pasti kita akan berusaha mencari tahu...

Suatu masalah rata-rata memiliki sebab yang sama. Contoh kasus yang terjadi tadi ADALAH gejala atau symptoms. Tapi penyebab utamanya harus kita ketahui agar tidak kita alami juga sob...
Jawaban menurut saya ADALAH simple, hal tersebut terjadi karena "mereka tidak membuat uang banyak mereka tidak bekerja untuk mereka"...loh kok bisa itu jawabannya?

Suatu ketika kita bisa dalam kondisi banyak uang sob, uang seolah datang dengan mudah dari sumber bermacam-macam. Bisa dari gaji atau penghasilan tambahan...inipun saya alami sob hehehe...
Lalu suatu ketika seolah uang sangat sulit sekali kita dapatkan...seolah kita merasa bahwa roda hidup kita sedang dibawah. 
Apa yang kita rasa sah-sah aja sob...tapi kita coba cari penyebab utama Dan antisipasinya ya...

Untuk itu kita harus paham dulu apa beda banyak uang Dan kaya sob...
Kita kenali dulu definisinya ya sob...

UANG
1. Uang ADALAH bagian dari harta kekayaan
2. Uang sangat mudah datang Dan habis karena sifatnya yang paling liquid (mudah dicairkan)
3. Uang bisa dihabiskan kapanpun kita mau Tanpa bertambah atau kita gunakan agar dapat bertambah (investasi). Dan ini bersifat pilihan ya sob

KAYA
1. Kaya bersifat universal, apapun bentuknya bisa berupa uang, harta benda, investasi, tabungan, Bisnis, jaringan yang menghasilkan
2. Kaya identik tentang kondisi dimana seseorang tidak pernah terlihat kekurangan uang
3. Kekayaan bisa berubah bentuk Dan bertambah nilainya (misal: tabungan uang menjadi sebuah investasi Dan bertambah nilainya beberapa waktu kemudian, uang berubah menjadi tanah yang strategis dll)
Catatan: Kaya ADALAH dimana seseorang dalam kondisi mampu membiayai semua kebutuhan hidupnya, memenuhi keinginannya, Dan mampu melakukan tindakan yang bermaksud menambah jumlah nilai kelebihan uang yang dimilikinya dalam bentuk ASET yang memiliki nilai liquid baik berwujud atau tidak.

Dari hal tersebut kita dapat merumuskan bahwa terdapat perbedaan antara banyak uang Dan kaya. 

Perbedaan yang muncul kita rumuskan dari dampak jangka panjangnya dari kedua hal tsb:
1. Uang tidak bisa bertambah nilainya Tanpa diubah menjadi suatu instrument aset atau Investasi
2. Ketika seseorang banyak uang tetapi tidak memiliki aset maka batasan kekayaan yang dia miliki hanya sebatas uang yang dimilikinya. Dan ketika uang digunakan maka kekayaan dia berkurang (apabila tidak ada penghasilan lagi)
3. Orang yang kaya memiliki potensi pertambahan kekayaan dari kenaikan nilai aset, Bosnia, Dan investasi yang dilakukan pada masa depan.

Lalu apakah "TABUNGAN" termasuk bentuk aset atau investasi?

Jika dari pendapat saya pribadi bersama istri, kami sepakat hal tersebut bukanlah aset atau investasi, dikarenakan sifat tabungan adalah:
1. Uang tunai yang dialihkan tempat penyimpanannya kepada suatu lembaga keuangan 
2. Tabungan tidak memberikan fasilitas kenaikan nilai uang layaknya sebuah investasi
3. Uang dalam tabungan memiliki nilai liquid yang masih setara dengan uang tunai dalam dompet (hal ini pastinya kita bedakan dengan instrumen deposito ya sob)

Pada akhirnya semua tetap kembali kepada diri kita masing-masing bagaimana memiliki definisi pribadi ketika kita merasa diri kita kaya atau belum kaya.

Tapi sekali lagi saya sampaikan, bahwa kaya ADALAH kondisi dimana kita tidak pernah kekurangan uang karena kita tidak mengalami penurunan nilai uang dari total semua harta yang kita miliki. Itulah kenapa ada istilah "yang kaya semakin kaya"...hal itu sebenarnya adalah karena tindakan yang dia lakukan dimasa lalu ADALAH menambah nilai kekayaannya untuk masa depan. 
Orang kaya pandai membuat uang bekerja untuk mereka...

Demikian sobat yang dapat saya jelaskan sekilas akibat bercengkrama antara saya Dan istri semalam hehehe...

Sampai ketemu kembali lagi sobat..

Walaikumsalam Wr.Wb

Monday, January 27, 2020

CONTROL OF FUEL EXPENDITURE FOR TRANSPORTATION INDUSTRY-PART 2


Best wishes for you all ...
Apparently now we can find that the medium and heavy transport business is getting more and more important in my country. Start from small fleet, bus, to truck.
From all that we know that the main capital for its operation is Fuel Oil.
Once again for remind you, that this all information are from my experience. Where the blog that I’m sharing with you are contains materials based on experience that I practice and use as CFO or COO for this.

Fuel as the main capital in the transportation business, it is very vulnerable to be object for being misused. Abused in this case means through the mechanism of fuel spending, the person can reap a nominal profit. Then the company will certainly lose more from their financial to the fuel expenditure. We can say that this situation is one of example of Fraud.
I will not share how it can happen or how it looks. Because each of this will be different depends on the system implemented by the company.
I will share my experience to anticipate or minimize the impact of fraud in relation to fuel.
For the first we have to know and realize, “There’s no perfect system the world….all systems can be diverted!”
WHY? The system can be broken, because all systems will be weak when it meets “the cheating side” from people who run the system.

Down below are my best advice on fuel control:
1.       Making cooperation with gas station
2.       Use voucher system numbered sequence, and there should be in official company’s form
3.       Make an exclusive form, I suggest the shape is like a book or bank cheque, but for the paper does not have to be as thick as the cheque .
4.       In the voucher book, a small sheet of the voucher will remain (more likely a bank cheque), and the small sheet will be stays in the book and make sure who ordered it.
5.       If the number of vehicle that doing the charging in 1 day are more than once, then the submission must be made a recap which containing the voucher number and vehicle’s state number and the number of fuel that is loaded according to the voucher.
6.        Vouchers are submitted to the Finance department for approval.
7.       Approval from Finance is in the form of signatures and also should contain official stamp of the company which is only held by Finance.
8.       If there any voucher being CANCELED because of a any reason, then the voucher should not be discarded but still be made in the voucher book and put together with a small paper clip.
9.        Vouchers that are canceled should be written by a big “X” mark or "Canceled" by Finance
10.   Make a regular filling schedule, for example the fuel charging should be until it’s full.
11.   The fuel indicator will become the information in this control system about the fuel conditions when it’s filled.
12.   At the time of charging, put a special officer who filled the fuel.
13.   The form must consist of 3 ply’s, first ply and the third are for the gas station (that will be used for transactions to our company)
14.   The regulatory officer of the company receives a double note.
15.   The officer collects all receipts, and they made it into the voucher book according to the vehicle that has given the voucher number
16.   At the time of any charge, Finance shall receive the invoice, Listing Note and Voucher Number that will be used by Finance to verify, and then when all of this is appropriate, the payment to the gas station can be made.

I’m will not telling you about system variance that can be used based on what I have explained, because company situation and condition can be change anytime unpredictable. Because of it, CFO and COO have to be capable and smart to make a good system and available to provide system variance based on the main system. But the one thing that we have to know, please don’t make a system that become inhibit for a company to make an improvement on sales and profitability because the system we made is too tight.

Thank for all your attention guys…
  

PENGENDALIAN BAHAN BAKAR MINYAK UNTUK BISNIS DISTRIBUSI & TRANSPORTASI-BAGIAN 2

Assallamulaikum Wr.Wb

Salam cinta sobat semua…

Saat ini kita bisa jumpai bahwa bisnis transportasi menengah dan berat semakin banyak di negeri ini. Dari mulai bentuk armada kecil, bis, sampai truk.
Dari semua itu kita tahu bahwa modal utama untuk operasionalnya adalah Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sekali lagi bahwa ini semua dari pengalaman saya. Dimana web atau blog yang saya gunakan berisi materi berdasar pengalaman yang saya praktekkan dan gunakan sebagai CFO atau COO selama ini.
BBM sebagai modal utama dalam bisnis transportasi sebagai penggerak suatu armada, ternyata sangat rentan untuk dijadikan sebagai obyek untuk disalahgunakan. Disalahgunakan dalam hal ini berarti melalui mekanisme pembelanjaan BBM, para pelaku dapat meraup keuntungan secara nominal. Dan yang dirugikan pastinya adalah perusahaan yang membiayai pembelanjaan BBM tersebut.

Saya tidak akan share bagaimana hal tersebut bisa terjadi atau bagaimana bentuknya,. Karena setiap kejadian bisa berbeda tergantung dari sistem yang diterapkan oleh perusahaan.
Saya akan share pengalaman saya untuk mengantisipasi atau meminimalisir terjadinya fraud sehubungan BBM. Tapi jangan pernah bilang bahwa semua sistem bisa diselewengkan….ya tanpa dikasih tahu pun saya paham hal tersebut. Sistem selalu bisa dibobol, karena semua sistem akan lemah kalau sudah bertemu dengan namanya KONGKALIKONG alias PERSEKONGKOLAN dari orang yang menjalankan sistem.

Saran terbaik saya untuk pengendalian BBM:
      1. Buatlah kerjasama dengan SPBU
      2.  Gunakan sistem voucher yang bernomor urut, dan ada Kop resmi perusahaan
     3.   Voucher buatlah bentuk yang eksklusif, saya sarankan bentuknya seperti buku CEK atau BG (bilyet giro), tapi untuk kertas tidak harus setebal CEK atau BG dari bank.
      4. Dalam buku voucher, tetap akan tertinggal lembar kecil dari voucher (seperti dalam cek atau BG), dan lembar kecil tersebut akan urut karena tetap tertempel dalam buku serta pastikan urut.
      5. Jika jumlah armada yang melakukan pengisian dalam 1 hari termasuk banyak, maka pengajuan haruslah dibuat rekap yang berisi nomor voucher dan nopol armada serta jumlah satuan BBM yang diisikan sesuai voucher.
       6. Voucher diajukan kepada bagian Keuangan untuk mendapat persetujuan.
     7. Persetujuan dari Keuangan berbentuk tanda tangan serta stempel resmi perusahaan yang hanya dipegang oleh Keuangan.
      8. Apabila ada voucher yang BATAL digunakan oleh karena suatu hal, maka voucher tidak boleh dibuang, tetapi tetap dijadikan dalam buku voucher dan dijadikan satu bersama kertas kecil pasangannya.
      9. Voucher yang batal digunakan harus dibubuhi “Tanda Siliang Besar” atau tulisan “Batal” oleh Finance/Keuangan.
      10.  Buatlah jadwal pengisian yang rutin, misal suatu hari tertentu dan BBM diisi full (penuh).
      11.  Usahakan indikator BBM menyala agar menjadi informasi penguat dalam sistem pengendalian ini tentang kondisi BBM saat diisi.
      12.   Pada saat pengisian, taruh petugas khusus yang bertugas mengawasi pengisian BBM.
     13. Nota BBM warna putih (rangkap 1) dan rangkap 3 untuk SPBU (digunakan untuk penagihan kepada Keuangan perusahaan kita)
      14.   Petugas pengawas dari perusahaan tersebut mendapat nota rangkap 2.
      15.  Petugas mengumpulkan semua nota yang didapat, dan dijadikan satu dengan dengan kertas kecil dalam buku voucher sesuai armada yang diberi nomor voucher tersebut
      16.   Pada saat terdapat penagihan, Keuangan akan mendapat Invoice, Listing Nota, No Voucher yang dapat digunakan Keuangan untuk melakukan verifikasi dan ketika semua sesuai, maka Pembayaran dilakukan.

Saya tidak akan menjelaskan variasi dari sistem tersebut karena pasti ada kondisi yang bisa berubah atau tidak terduga. Yang jelas seorang CFO atau COO haruslah pandai membuat sistem serta variasinya sehingga setiap kondisi tetap terkendali. Ada juga sistem yang dibuat CFO atau COO sehingga malah menjadikan batu sandungan buat perusahaan, karena ingin terlalu ketat tetapi malah membuat perusahaan rugi karena operasional terhambat.

Terimakasih semuanya…


Walaikumsalam Wr.Wb

CONTROL OF FUEL EXPENDITURE FOR TRANSPORTATION INDUSTRY PART 1


Hello, all…
On this occasion I will share something of the ideas that I already have practice it in the company. This idea has also been used in some companies, which in fact the company that deals in areas are related to many land transportation, from small to large scale of vehicles such as Bus or Truck.

We know that the daily cost of such an industry is Fuel which is the material for them to operate properly.

Due to fuel is managed by gas stations and we have to spend substantial funds every day for fuel financing, then I will give you suggestions on how we can make control the use of fuel to be more secure, as well as beneficial from the financial side.
                                
"Making an agreement with gas stations"

Those benefits are:
      1.      There will be control from both parties (company and the gas station)
      2.      Charging fuel will be done by following a mutually agreed system
      3.      Charging fuel will be more scheduled and systematic
      4.      No need to spend money to purchase of fuel by cash every day
      5.      Verification between both parties

Gratitude or as I say weaknesses are:
      1.      Gas stations will request a deposit according to the estimated value of gas stations to finance first. Usually the estimation is in a matter of weeks. This means we have to plant a considerable amount of funds to the gas station. This deposit is not kind a guarantee (it’s some kind like an investment fund).  
      2.      The company shall establish an agreed system with the gas station on the mechanism of filling and verification of billing (I’m sharing this in another article which is one of my general suggestions too, if the company cooperates with gas station)
 3.   The company have to be prepare an officially form as a fuel voucher to anticipate any fraud cause of in-responsible officer
  
Thus information from me, I hope it will be useful for you the candidates of CFO or COO in this country.
 
 Thank you and see you again soon…

PENGENDALIAN ATAS PEMBIAYAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) INDUSTRI TRANSPORTASI-BAGIAN 1


Assallamualaikum Wr.Wb

Halo sobat semua…
Pada kesempatan ini saya akan sharing sesuatu ide yang saya praktekkan dalam perusahaan. Ide ini juga telah digunakan pada beberapa perusahaan, yang notabene perusahaan tersebut bergelut dalam bidang yang berhubungan dengan banyak armada transportasi darat. Bisa dari kendaraan skala kecil sampai besar seperti Bus atau Truk.

Kita tahu bahwa biaya yang akan selalu muncul setiap hari dari industry seperti itu adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang merupakan material agar armada bisa beroperasi dengan baik.
Dikarenakan BBM dikelola oleh SPBU dan kita harus mengeluarkan dana yang cukup besar setiap hari untuk pembiayaan BBM, maka saya akan berikan saran bagaimana kita bisa membuat modal awal untuk membuat kontrol (pengendalian) penggunaan BBM yang lebih aman, serta juga bermanfaat dari sisi financial.

“Buatlah kesepakatan kerjasama dengan SPBU”

Manfaat:
      1.       Terdapat pengendalian (kontrol) dari kedua belah pihak (Perusahaan dan SPBU)
      2.       Pengisian dilakukan dengan mengikuti sistem yang disepakati bersama
      3.       Pengisian lebih terjadwal dan tersistem
      4.       Tidak perlu mengeluarkan dana untuk membiayai pembelian BBM secara tunai setiap hari
      5.       Terdapat verifikasi antara kedua belah pihak
      6.    Apabila terjadi kasus dimana armada kehabisan BBM maka akan terdapat evaluasi penyebabnya


Kelemahan:
      1.      SPBU akan minta deposit sesuai estimasi nilai modal dari SPBU untuk membiayai terlebih dahulu armada kita. Biasanya estimasi dalam hitungan minggu. Artinya kita harus menanam sejumlah dana cukup besar kepada SPBU. Deposit ini bukanlah jaminan, tetapi estimasi biaya BBM pada periode awal sesuai kesepakatan.
      2.      Perusahaan harus membuat sistem yang disepakati dengan pihak SPBU tentang mekanisme pengisian dan verifikasi atas penagihan (hal ini saya sampaikan dalam artikel lain yang merupakan salah satu saran saya secara general jika perusahaan kita bekerjasama dengan SPBU)
3.    Perlu dibuat voucher BBM yang resmi dan kuat legalitasnya dari perusahaan agar tidak mudah dipalsukan oleh oknum tertentu dan menekan pihak SPBU untuk melakukan transaksi fiktif

 
Demikian informasi dari saya, semoga bermanfaat bagi anda para calon CFO atau COO di negeri ini.
Terimakasih

Assallamualaikum Wr.Wb

Thursday, January 23, 2020

Apakah rasio Leverage Asset yang baik selalu menjamin Sehat Financial?

Assallamualaikum Wr.Wb 

Salam cinta sobat...
Siang ini saya coba sharing suatu hal contoh nyata kaitannya dengan suatu kasus perihal Leverage Asset ya sob...

Dimulai dulu dengan gambaran kasusnya:
"Perusahaan A memiliki rasio leverage asset yang baik karena untuk menambah omzet maka perusahaan A memakai strategi pemasaran dengan membuat jaringan distribusi. Bentuknya riilnya ADALAH perusahaan menunjuk beberapa pihak lain sebagai distributor serta subdistributor. 
Otomatis perusahaan untuk memperluas area Dan menaikkan penjualan cukup hanya kirim ke distributor Dan subdistributor. Armada yang diperlukan oleh perusahaan bersifat biaya tetap yaitu gaji sopir Dan aset armada atau biaya sewa armada bulanan. 
Management merasa heran karena rasio Leverage Asset yang baik tapi perusahaan mengalami penurunan rasio modal Karena Laba Ditahan menurun akibat kerugian". 

Dari penjelasan kasus diatas apa Kira-Kira penyebabnya sob?

Begini sob...dalam kasus nyata dimana kita menggunakan sistem penjualan kepada distributor Dan subdistributor sebelum produk perusahaan A sampai kepada end user maka pastinya perusahaan menyadari beberapa syarat:

1. Harus memberikan harga yang kompetitif pada distributor Dan subdistributor 

2. Melakukan survey Dan membuat strata harga (struktur harga). Dalam strata harga, distributor Dan subdistributor memegang posisi pada harga jual terendah dari perusahaan. Karena pastinya distributor membutuhkan keuntungan tetapi ingin tetap memiliki harga yang kompetitif. 

3. Memberikan fasilitas penjualan kredit kepada distributor Dan subdistributor 

Masalah utama muncul ADALAH mengacu pada poin 2 Dan 3, sob. Kenapa?
Karena "tingkat resiko" perusahaan A akan meningkat dibanding menjual sendiri. 


Resiko yang muncul:
1. Omzet in value per unit akan pada titik terendah (bottom line). Jika beban (expense) lebih besar daripada  keuntungan maka pastinya perusahaan A akan merugi

2. Resiko pada poin 1 masih ditambah lagi karena adanya resiko kerugian piutang tak tertagih


Kesimpulannya:
Rasio Leverage Asset yang baik memang menjadi harapan semua perusahaan. Tetapi harus diimbangi juga dengan menjaga tingkat resiko agar tidak naik terlalu tinggi. Sehingga keputusan Dan strategi management untuk mendapat rasio Leverage Asset yang baik harus dipertimbangkan dengan baik akan difokuskan pada obyek dan bentuk yang tidak menambah tingkat resiko sehingga tidak justru membuat perusahaan masuk ke ambang batas kebangkrutan.
Lalu apakah sistem seperti contoh diatas tidak boleh digunakan sob? Jawabannya boleh asalkan perusahaan sudah menyiapkan tata kelola yang sesuai. 

Demikian penjelasan saya sobat, semoga dapat lebih memperjelas apa sejatinya Leverage Asset serta bermanfaat bagi sobat untuk membuat strategi yang tepat untuk mendapat rasio Leverage Asset yang ideal.

Selamat berakhir pekan sonar...sampai jumpa kembali...

Walaikumsalam Wr.Wb 


Terjebak Menjadi Budak Uang

image from Cartoon  Movement Salam bahagia luar biasa. Sobat, pernah dengar istilah "budak uang atau diperbudak oleh uang? ...