Thursday, January 23, 2020

Apakah rasio Leverage Asset yang baik selalu menjamin Sehat Financial?

Assallamualaikum Wr.Wb 

Salam cinta sobat...
Siang ini saya coba sharing suatu hal contoh nyata kaitannya dengan suatu kasus perihal Leverage Asset ya sob...

Dimulai dulu dengan gambaran kasusnya:
"Perusahaan A memiliki rasio leverage asset yang baik karena untuk menambah omzet maka perusahaan A memakai strategi pemasaran dengan membuat jaringan distribusi. Bentuknya riilnya ADALAH perusahaan menunjuk beberapa pihak lain sebagai distributor serta subdistributor. 
Otomatis perusahaan untuk memperluas area Dan menaikkan penjualan cukup hanya kirim ke distributor Dan subdistributor. Armada yang diperlukan oleh perusahaan bersifat biaya tetap yaitu gaji sopir Dan aset armada atau biaya sewa armada bulanan. 
Management merasa heran karena rasio Leverage Asset yang baik tapi perusahaan mengalami penurunan rasio modal Karena Laba Ditahan menurun akibat kerugian". 

Dari penjelasan kasus diatas apa Kira-Kira penyebabnya sob?

Begini sob...dalam kasus nyata dimana kita menggunakan sistem penjualan kepada distributor Dan subdistributor sebelum produk perusahaan A sampai kepada end user maka pastinya perusahaan menyadari beberapa syarat:

1. Harus memberikan harga yang kompetitif pada distributor Dan subdistributor 

2. Melakukan survey Dan membuat strata harga (struktur harga). Dalam strata harga, distributor Dan subdistributor memegang posisi pada harga jual terendah dari perusahaan. Karena pastinya distributor membutuhkan keuntungan tetapi ingin tetap memiliki harga yang kompetitif. 

3. Memberikan fasilitas penjualan kredit kepada distributor Dan subdistributor 

Masalah utama muncul ADALAH mengacu pada poin 2 Dan 3, sob. Kenapa?
Karena "tingkat resiko" perusahaan A akan meningkat dibanding menjual sendiri. 


Resiko yang muncul:
1. Omzet in value per unit akan pada titik terendah (bottom line). Jika beban (expense) lebih besar daripada  keuntungan maka pastinya perusahaan A akan merugi

2. Resiko pada poin 1 masih ditambah lagi karena adanya resiko kerugian piutang tak tertagih


Kesimpulannya:
Rasio Leverage Asset yang baik memang menjadi harapan semua perusahaan. Tetapi harus diimbangi juga dengan menjaga tingkat resiko agar tidak naik terlalu tinggi. Sehingga keputusan Dan strategi management untuk mendapat rasio Leverage Asset yang baik harus dipertimbangkan dengan baik akan difokuskan pada obyek dan bentuk yang tidak menambah tingkat resiko sehingga tidak justru membuat perusahaan masuk ke ambang batas kebangkrutan.
Lalu apakah sistem seperti contoh diatas tidak boleh digunakan sob? Jawabannya boleh asalkan perusahaan sudah menyiapkan tata kelola yang sesuai. 

Demikian penjelasan saya sobat, semoga dapat lebih memperjelas apa sejatinya Leverage Asset serta bermanfaat bagi sobat untuk membuat strategi yang tepat untuk mendapat rasio Leverage Asset yang ideal.

Selamat berakhir pekan sonar...sampai jumpa kembali...

Walaikumsalam Wr.Wb 


Difference Between Finance & Cashier


Guys ... Finance / Finance is different from Cashier, ok…
In my current company, I renamed FAT Department (Finance Accounting Tax) to R & T Department (Reporting & Treasury).
Well in the Treasury I divide into 2 divisions, it’s called Finance Sub-Division, and the other is Account Receivable Sub Division.

Finance Sub-Division
Well in the Sub-Division of Finance are consists of Finance and below there is a Cashier. Finance’s duty is to ensure that the cashier’s report is correct, then make a planning for existing funds on the cashier that will be used. Finance also has a duty to ensure that funds in the company are available when will it be used, otherwise Finance will coordinate with others so that the funds can be achieved. Finance also ensures that the source for financing and funding is likely appropriate as the direction by the Manager.

Then what about financial analysis?
The financial analysis is the result ... not a job ... why is that? Because the analysis is manager’s duty, both financial analysis and accounting. If accounting and finance are still held by 1 person, yes it means that all responsibilities and analysis results are not coming from which level and which position they are ... .it’s not good for intern controller guys.

Well what about the cashier?
The cashier's job is to secure the company's liquid assets (money), keep it, make a cash mutation report, and run the procedures for in and out from cash or from bank.
Details about the cashier as well as the form of task implementation will be discussed next moment guys ...
So from what I delivered earlier, the point of implementation of Accounting and Finance must be seen first by the position and scope of their task ... sometimes we do not use the theory from college, but indeed sometimes every position there will always tasks and roles. Knowledge from college usually use by the leader or the manager. Even sometimes the leaders or managers develop their own science for its implementation.

Conclusion:
1.       The theory is important as the initial capital and the guiding principle guys ... do not be ignored as well
2.       Practice is very important because they will be very high variations, as well as the business field
3.        Combine theoretical knowledge to support its implementation in the work field  ... then you are will be guarantee to be Manager ... at least as a manager candidate

Ok guys .... Hopefully you aren’t bored with my web and most important is the benefit for all of us, and I really want the intention of our young professionals to be very competent and reliable  ... see you again in another article, thank you ...


Theory vs Practice Skill on Accounting


Hi everyone ... it's nice to share to you again ...
They say that sharing knowledge and experience will make us have big reward from God, Amen.
But don’t share the result of copy paste ok .haha.. .if google realize it, they will scolded us ... .hehe ... just kidding.

As a beginning, I want to share sort story. One of the reasons why I make an official web, and share insights or experiences is when I interviewed some candidates several times in my work place. These candidates apply for an Accounting or Finance position.
Incidentally the company usually gives me the freedom to make a matter, method, or test stages for the candidates. It’s there for a reason guys. A simple reason, that is because I want to have an Accounting staff that has critically and logically in their way of thinking.

Well from that process guys, it turns out that candidates from any University, regardless of their index, or how good their portfolio, it turns out they finally admit that they do not understand deeply about Accounting or Finance ... it could be worse when they only knew if Accounting is some kind of job that just to make a Financial Statement, and if the Finance’s job is just to set up the entry of money ... what do you think? Do you agree that conclusion?

Well I think the second case still have relevancy, but they should have a deep understanding about the Financial Statement, whatever its contents, any report form, and what are the methods of recording it.
It turns out they are far from knowing and understanding these.

Well, sometimes I like to make a relaxing approach and like to share knowledge with the candidates,
and finally I can talk openly to them ... and guess what ?? ... they finally fell in love with me and speak frankly then admitted that they do not understand deeply about it all ... ... hehe


Accounting
So, guys ... Accounting Theory is very important, because they’re explains what kind of things that should be known by an Accounting Officer. For example, what is the accounting cycle, the Financial Statements are any component, what principal principle should be known by an Accounting, what methods are there in making a record, what method is appropriate if in A / B / C and such conditions ...

But guys, if you do not understand that in reality, then it will be the same thing ... .we will be faced with a college graduated who is confused how to solve the task without cheating ... why can be like that?

Because they do not understand the lectures they had and how applied it in work place.
In its implementation, an accountant should understand how the journal method can be right, what account is being used ... why? Because it cannot just take away the account to make it balanced ... but, don’t worry  I’m a type of person that always give an explanation of the purpose, so that they understand the thinking design of an accountant in making journals as well as plus or its minus. Remember guys ... Accounting Report is not for our personal self, but for others who are also concerned.

So, it should all be presented with good quality, and the Second one,  do not forget that I always say to Accountant that the quality of Accounting Report must be able to support Control System. How is that? Be patient guys hehehehe… See you on the next article everyone…

Perbedaan Peran Finance & Kasir


Assallamualaikum Wr.Wb

Salam cinta sobat semua... semoga dalam kondisi sehat dan semangat untuk tetap menggali wawasan ya.
Menyambung artikel yang lalu tentang “Teori vs Praktek Bidang Akuntansi”, maka saya coba hubungkan dengan sisi Keuangan.

Guys…Keuangan/Finance tidak identik dengan Kasir loo…


Jadi gini, dalam perusahaan yang sekarang, saya mengganti nama FAT Division (Finance Accounting Tax) menjadi R&T Division (Reporting&Treasury). 

Nah dalam Treasury Department saya bagi menjadi 2 department, yaitu Finance dan Account Receivable (Piutang). Nah dalam Finance terdiri dari posisi Finance dan dibawahnya ada posisi Cashier (Kasir). 

Finance bertugas untuk memastikan bahwa laporan kasir sudah benar, kemudian memplanning serta mengatur penggunaan dana yang ada pada kasir (keperluan serta waktu penggunaan). Finance juga punya tugas untuk memastikan bahwa dana dalam perusahaan tersedia ketika akan digunakan, jika tidak maka Finance akan melakukan koordinasi agar kecukupan dana bisa tercapai. Finance juga memastikan bahwa sumber dana yang digunakan untuk pembiayaan dan pendanaan sudah tepat sesuai arahan dari Manajernya.

Lalu gimana dengan analisa-analisa keuangan?? Analisa keuangan itu adalah hasil…bukan jobdesc…kenapa? Karena job desc berhubungan dengan level dan jabatan…kalau analisa lebih tepatnya adalah tugas pada Manajer Divisi atau Department (tergantung struktur pada perusahaan tsb)  Jika akunting dan keuangan masih dipegang oleh 1 orang, ya berarti semua tanggungjawab dan hasil analisa tidak melihat apa level dan jabatannya. Tapi jangan lupa, itu tidak bagus sob…Sistem Pengendalian tidak akan berjalan dengan baik.

Nah bagaimana dengan jabatan Kasir sob? 
Kasir adalah petugas yang mengamankan aset likuid perusahaan (yaitu uang), menyimpannya, membuat laporan mutasinya, serta menjalankan prosedur untuk keluar masuk (mutasi) dana kas/bank. Kasir memberi informasi yang bersifat realtime tentang posisi keuangan kepada finance.

Detail tentang kasir serta bentuk penerapan tugasnya akan kita bahas khusus kapan-kapan ya guys…
Jadi dari apa yang saya sampaikan tadi, intinya implementasi dari Akunting dan Keuangan itu harus dilihat dulu apa posisi dan lingkup tugasnya sob. Dalam pekerjaan kadang teori dikuliah tidak kita gunakan guys…sebenarnya bukannya tidak kita gunakan, tapi memang kadang tiap posisi ada tugas dan perannya masing-masing. Ilmu analisa dalam kuliah biasanya terletak pada pimpinan atau manajer departemen. Bahkan kadang para pimpinan atau manajer diharuskan mengembangkan sendiri ilmu tersebut untuk implementasinya. 

Kesimpulan :
1    1. Teori itu penting sebagai modal awal serta acuan prinsipnya
2    2.  Praktek sangat penting mengingat variasi sangat tinggi, serta bidang usaha juga bermacam-macam
3   3. Gabungkanlah pengetahuan teori untuk menunjang implementasinya dalam pekerjaan ya sob,      dijamin akan menjadi Manajer…setidaknya calon hehehehe

Oke sementara gitu dulu sob….semoga tidak bosan ma cuap-cuap saya….serta yang terpenting adalah bermanfaat bagi kita semua, dan saya niatnya benar-benar ingin agar professional muda kita sangat kompeten dan handal baik yang masih fresh atau tidak…jumpa lagi dalam artikel lain ya….baik tentang Akunting, Keuangan, Pajak, Financial Control maupun Governance & Compliance…banyak sudut pandang baru serta implementasinya dari saya nantinya.

Sampai jumpa lagi sobat

Walaikumsalam Wr.Wb





Teori vs Praktek Dalam Akuntansi


Assallamulaikum Wr.Wb

Salam cinta sobat...Senang rasanya bisa menulis serta memuat artikel ini buat kita semua
Sharing pengetahuan atau wawasan serta pengalaman itu katanyaaa…besar pahalanya looo hehehehe
Tapi jangan share hasil copy paste yaaa….tar bisa2 dimarahi ama mbah google….wkwkwkwk…copy paste yang baik adalah jika kita share tersebut memuat artikel rekan lain sebagai daftar pustaka untuk menguatkan…dijamin deh rekan kita tersebut akan sangat ikhlas dan senang wkwkwkwk

Kali ini saya mau berbagi cerita sebagai awalnya…jadi awalnya adalah ketika saya beberapa kali melakukan interview kepada para calon kandidat ditempatku kerja. Hal ini tidak hanya disatu perusahaan saja, tapi beberapa perusahaan. Para kandidat mengajukan aplikasi untuk posisi Akunting atau Keuangan ceritanya sob...

Kebetulan perusahaan tempat saya kerja biasanya selalu memberikan kebebasan buatku untuk membuat soal, metode, atau tahapan tes bagi para calon tersebut…hal itu ada alasannya guys...simple alasannya, yaitu karena saya pengen dapat kandidat seorang Akunting / Keuangan yang memliki kemampuan berpikir secara logis dan kritis. Maksudnya adalah supaya dapat kandidat yang tidak hanya pandai berteori dan bermodal IPK tinggi atau pengalaman saja, tetapi kandidat yang juga punya potensi baik, mendalami pekerjaan Akunting/Keuangan, serta siap untuk kerja keras dengan kualitas yang bagus.

Untuk mencapai hasil tersebut, maka tahapan yang saya siapkan adalah :
1.     Soal tes tertulis yang beda dengan biasanya pada perusahaan umumnya
Ø  Soal yang saya buat lebih untuk menggali pemahaman teori, logika, serta memastikan bahwa mereka memang paham bagaimana cara implementasinya
Ø  Saya sisipkan pertanyaan menjebak tapi sesuai dengan Prinsip Akuntansi
Ø  Soal tes tertulis saya bagi dalam 2 kategori, yaitu mengenai Teori dan Wawasan dalam hal Akunting/Keuangan, serta kemampuan dan pengetahuan dalam membuat jurnal Akuntansi

2.    Interview yang bersifat untuk memastikan bahwa kandidat tidak hanya asal berbicara tapi memang benar-benar memahami serta bertanggungjawab dengan apa yang dia sampaikan
Ø  Kandidat memahami teori serta prinsip akuntansi
Ø  Kandidat memahami bahwa dalam beberapa hal di Akuntansi memiliki lebih dari 1 metode pencatatan
Ø  Kandidat memahami kalau dalam penerapan, mereka dihadapkan untuk memilih metode pencatatan yang paling pas serta dapat membantu untuk Sistem Pengendalian

3.    Tes kemampuan analisa berdasar dari data excel
Ø  Kemampuan mengoperasikan excel
Ø  Membuat analisa berdasar dari data excel yang sudah saya siapkan

Dari proses tersebut saya dapat wangsit yaitu ternyata bahwa mau dari Universitas apa, mau berapapun IPKnya, atau seberapa bagus portfolio mereka, ternyata mereka akhirnya mengakui bahwa mereka tidak memahami secara mendalam tentang Akuntansi atau Keuangan…lebih parahnya lagi, mereka hanya tau kalau Akunting itu tugasnya bikin Laporan Keuangan dan kalau Keuangan itu mengatur keluar masuknya uang Kas…menurut kalian gimana? Apa kalian juga sependapat dengan kesimpulan tersebut?

Nah sedangkan kasus kedua yang masih terkait dengan hal diatas adalah, kalau mereka bisa menjawab seperti itu, harusnya mereka sangat menguasai apa itu Laporan Keuangan, isinya apa saja, bentuk laporannya apa saja, serta apa saja metode pencatatanya kan…Tapi ternyata mereka jauh dari apa yang mereka sampaikan juga...

Nah karena saya suka membuat pendekatan yang santai serta suka berbagi ilmu atau pengetahuan, ya akhirnya bisa bicara secara terbuka dengan mereka. Dari case tersebut maka saya ingin sharing sesuatu dan semoga bermanfaat untuk kita bersama, setidaknya untuk para pecinta Akuntansi/Keuangan dan Financial Controller.

Akuntansi
Teori Akuntansi itu penting sekali, karena disana menjelaskan bekal apa saja yang harus diketahui oleh seorang Akunting. Misal apa itu siklus akuntansi, Laporan Keuangan itu komponennya apa saja, prinsip apa yang utama harus diketahui oleh seorang Akunting, metode apa saja yang ada dalam membuat pencatatan, metode apa yang tepat jika dalam kondisi A / B / C dan blablabla…Tetapi sob, jika kalian tidak memahami bahwa dalam kenyataan itu bentuk dan jenis transaksi itu sangat bervariasi maka ya sama aja….kita akan dihadapkan pada kondisi layaknya anak kuliah yang bingung gimana cara selesaikan tugas kuliah tanpa nyontek.

Dalam implementasinya para Akunting harus paham secara cukup bagaimana metode jurnal yang tepat, akun apa yang digunakan…kenapa seperti itu? Karena tidak bisa hanya asal ambil akun yang penting BALANCE…wah kalau dah seperti itu saya biasanya ngomel-ngomel ganteng ke Akunting wkwkwkwk…tapi saya selalu beri penjelasan yang tujuannya agar mereka memahami terlebih dahulu design thinking seorang akunting dalam membuat jurnal serta akibat plus minus nya…. Ingat sobat…Laporan Akunting bukan untuk diri pribadi kita, tapi untuk orang lain yang juga berkepentingan. So, itu semua harus disajikan dengan kualitas baik dan cukup

Kedua jangan lupa juga, saya selalu bilang ke Akunting bahwa Laporan Akunting yang berkualitas harus menunjang Sistem Pengendalian…Nah looo…gimana caranya? Hehehe…dalam artikel lain kita bahas ya…jadi jangan ampe asal jurnal guys….okay, sampai sini kita sama-sama memahami ya sob, karena saya yakin hal ini tidak disampaikan oleh Dosen atau Guru (Kecuali guru SMK yang kemarin pada minta saya buat design materi untuk perubahan silabus agar SMK bisa meningkatkan kompetensinya hadapi dunia industry wkwkwkwk….


Apa yang harus dilakukan para akunting untuk lebih memperdalam akuntansi dalam dunia kerja?

1. Sering baca kembali buku akuntansi
2. Pelajari prinsip akuntansi dan beberapa metode akuntansi dengan baik
3. Cari artikel terkait dengan kasus-kasus akuntansi pada perusahaan
4. Pelajari mendalam karakteristik akun dan efeknya pada Laporan Keuangan jika terjadi suatu transaksi (akan lebih baik jika mengetahui tentang SPI)
5. Banyak lakukan latihan membuat Laporan Keuangan dengan kertas kerja atau menggunakan template excel
6. Banyak sharing kepada teman dibidang yang sama (akuntansi)
7. Pelajari proses administrasi pembukukan untuk aktifitas yang ada dalam perusahaan secara umum (misal: pembelian, penjualan kredit, pencatatan piutang, proses pembukuan hutang dan pembayarannya dll)

Demikian sharing singkat dari saya sobat. Apabila sobat ingin berbagi suatu hal terkait artikel saya dapat menuliskan pada komentar ya... Terimakasih

Walaikumsalam Wr.Wb 

 


4.   

Terjebak Menjadi Budak Uang

image from Cartoon  Movement Salam bahagia luar biasa. Sobat, pernah dengar istilah "budak uang atau diperbudak oleh uang? ...