Tuesday, April 27, 2021

Leadership = Hight Art (Kepemimpinan adalah Seni Tingkat Tinggi)

Sobat... Jumpa kembali.
 
Kita ngobrol tentang kepemimpinan dan seni ya... Nyambung gak sih?? 😄... 
Ngadi ngadi aja ni saya...
 
Ada sebab kenapa bagi saya kepemimpinan itu seni tingkat tinggi, sob. Walau disisi lain sesungguhnya kepemimpinan itu adalah kombinasi antara SENI (Art) & ILMU PASTI (Science). Padahal 2 hal tsb sangat berbeda secara bentuknya ya sobat. 

Terkait ilmu pasti saya simpulkan bahwa seorang pemimpin tetap harus memiliki suatu kemampuan yang terukur untuk membaca dan menganalisa data, melakukan perhitungan, serta menunjukkan sebuah arahan, pengendalian, atau strategi berdasar perbandingan angka peluang dan resiko yang ditunjukkan dari angka-angka tersebut.

Banyak pemimpin menerapkan aturan baku berdasar teori dan gagal. Kenapa? Karena banyak pemimpin menganggap bahwa kepemimpinan hanya dititik beratkan pada skill angka dan data, tetapi lupa bahwa kepemimpinan sebenarnyanya adalah pengelolaan SDM dan Sistem dimana 2 hal tsb kecil sekali berbicara angka sebagai acuan untuk mengelolanya. Loyalitas karyawan dan sistem terkendali membutuhkan sense kuat dari pemimpin yang kebanyakan dibangun dari karakter, intuisi, analisa tepat, dan pengalaman.
 
Kondisi yg dihadapi pemimpin sangat beragam karena lingkup nya juga luas dan tak terduga (unpredictable) terutama dimasa pandemi seperti saat ini.
 
Aturan baku boleh digunakan dan diterapkan tapi itu hanya sebatas garis besar saja berdasar kondisi yang dijelaskan. Bagaimana jika kondisi berubah? Maka perlu "Penyesuaian" yang saya sebut dengan "Improvisasi". Tahapan improvisasi inilah yang membutuhkan "Jiwa Seni" tinggi dari pemimpin. 
 
 

 
 
Ada 10 poin syarat/hal yang saya simpulkan agar dapat menjadi pemimpin yang baik:
 
1. Karakter & berprinsip (jujur, baik, adil, tegas, dapat dipercaya, pemberani, mental kuat)
 
2. Realistis (selalu terukur dalam bertindak)
 
3. Tidak mudah puas (selalu ingin lebih baik)
 
4. Tangan dingin (mudah meluangkan diri untuk membantu kesulitan tim)
 
5. Memiliki visi misi jelas dan terukur (mudah dipahami dan dapat diaplikasikan)
 
6. Visioner (ide baru = penambahan biaya = penambahan lebih banyak pada penerimaan/penjualan)
 
7. Jeli dalam melihat data serta memunculkan data tersembunyi (data terkait peluang dan resiko) 
 
8. Jadikan SDM adalah Aset (Aset adalah Harta Karun dimana kontribusinya sangat bernilai)
 
9. Mau belajar berkesinambungan dan mendengar masukan (terbuka pada perubahan)
 
10. Disiplin mengikuti rencana (plan)/skenario dalam rangka mencapai target/misi (tidak egois)
 
 
Semua butuh waktu belajar yang lama dan tak ada henti untuk menjadi pemimpin yang kompeten
Dan itu butuh ekstra energi sob... 
 
Pemimpin jg harus selalu melihat bagaimana kompetitor bergerak. Jangan sampai kalah bersaing Karena meremehkan dan terlena. Bahkan pemimpin juga harus mengerti hal apa saja yang harus diperbaiki agar tim yg dikoordinasi memiliki engagement (loyalitas) tinggi pada perusahaan atau pemimpin tsb tanpa catatan khusus (loyal tapi dengan kesadaran penuh karena memang merasa puas, aman, nyaman, yakin bahwa perusahaan mampu memberikan jaminan kesejahteraan dan keamanan dimasa depan).
 
Jangan sampai menjadi pemimpin yang tidak memahami cara mengelola SDM dengan baik, miskin ilmu manajemen dan keuangan, tidak menimbulkan rasa percaya pada SDM, dan juga tidak memiliki target untuk lebih berkembang dan maju. 
Pemimpin sesungguhnya tak akan berhenti menggapai mimpi yg lebih tinggi. 
Pemimpin sesungguhnya tak pernah nyaman duduk santai berlama-lama melihat hal yang masih perlu 
banyak pembenahan. 
Pemimpin sejati malu apabila SDM nya tak ada kepastian akan masa depan dan malu membiarkan SDM tak ada peningkatan kesejahteraan.
 
Mungkin ini terdengar menyudutkan para pemimpin, tapi hakikat pemimpin sesungguhnya adalah seperti itu, sob.
 
Pemimpin dihadapkan pada pilihan sulit. Tanggungjawab adalah modal utama yang harus dimiliki pemimpin. Akuntabilitas nya akan dilihat oleh semua mata dibawah arahannya 😊
 
Semoga bermanfaat ya sob...

 

No comments:

Terjebak Menjadi Budak Uang

image from Cartoon  Movement Salam bahagia luar biasa. Sobat, pernah dengar istilah "budak uang atau diperbudak oleh uang? ...